Panglima-TNI-Jenderal-Gatot-Nurmantyo
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (foto: VIBIZMEDIA/RULLY)

JAKARTA, harianpijar.com – Prajurit TNI harus disiplin, taat dan patuh terhadap hukum, bagi TNI hukum adalah Panglima karena Indonesia adalah negara hukum. Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dihadapan 132 peserta Rapat Koordinasi Teknis Polisi Militer (Rakornis POM) TNI di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin 6 Maret 2017.

Menurut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, bahwa satuan POM TNI merupakan institusi yang dipercaya sebagai penegak hukum, maka terlebih dahulu prajuritnya pun harus disiplin, tertib dan taat hukum.

Lebih lanjut, juga ditegaskan Gatot Nurmantyo, seperti kata falsafah lebih baik membebaskan orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah.

“Inilah yang perlu diwaspadai, bila prajurit POM TNI tidak disiplin, tidak mengerti hukum dapat mengakibatkan degradasi kepercayaan, oleh karena itu pejabat hukum harus benar-benar orang yang bersih,” tegas Jenderal Gatot Nurmantyo.

Selain itu, Rakornis POM TNI tahun 2017 ini mengusung tema “Dilandasi Loyalitas, Moralitas dan Integritas POM TNI Siap Untuk Mewujudkan TNI yang Solid, Kuat, Hebat, Profesional dan Dicintai Rakyat Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan, dirinya menilai tema tersebut selaras dengan semangat pemberantasan tindak pidana korupsi di lingkungan TNI.

“Dalam waktu dekat saya akan mengeluarkan Peraturan Panglima (Perpang) yang baru sehingga POM TNI dapat melaksanakan tugas secara profesional, dalam Perpang tersebut POM TNI bisa memeriksa personel Angkatan Darat, Laut dan Udara. Komposisi POM TNI kedepan merupakan gabungan dari matra angkatan,” jelas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga menegaskan, bahwa tahun ini adalah tahun bersih-bersih terhadap tindakan korupsi di tubuh TNI.

“Saya ingatkan kepada prajurit TNI aktif tidak akan terlepas dari jeratan hukum walaupun sudah pensiun, pengusutan tindakan korupsi tidak terbatas waktu,” kata Panglima TNI ini.

“Setiap tindakan korupsi di lingkungan TNI harus dipublikasikan kepada masyarakat untuk mewujudkan kepercayaan publik terhadap TNI, sedangkan bagi tersangka korupsi hukumnya harus seumur hidup,” tambahnya.

Sementara, menurut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, TNI akan bekerja sama dengan KPK dan Polri untuk memberantas korupsi, apabila oknum prajurit TNI terbukti bersalah melakukan tindakan korupsi maka akan lebih berat hukuman yang diterima daripada masyarakat sipil.

“Untuk menegakkan disiplin hukum dan tata tertib, permasalahan hukum sekecil apapun harus ditindak. TNI adalah organisasi yang diajari taat hukum dan tahu tentang hukum, inilah yang menjadi pedoman bagi prajurit TNI,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengakhiri pengarahannya.

Acara Rakornis POM tersebut juga dihadiri Kasum TNI, Para Asisten Panglima TNI, Komandan POM TNI, Kababinkum TNI, Kapuskes TNI dan Kapuspen TNI.

SUMBERTribunnews.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR