Ketua Panitia UN Dinas Dikbud Propinsi Bengkulu Raden Wahyu Dharma Priatna, UN sendiri bukanlah penentu kelulusan siswa, kelulusan juga ditentukan beberapa aspek lainnya, seperti hasil Ujian Sekolah (US) dan lain sebagainya.

BENGKULU, harianpijar.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu mengatakan tidak merasa khawatir akan terjadinya kebocoran soal, dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK.

Pasalnya, pelakasanaan Ujian Nasional (UN) pada tahun ini tidak dilaksanakan serentak, SMK akan diselenggarakan pada tanggal 3 sampai 6 April 2017, sedangkan SMA akan diselenggarakan pada tanggal 8 sampai 10 April 2017 mendatang.

Menurut Ketua Panitia UN Dinas Dikbud Propinsi Bengkulu Raden Wahyu Dharma Priatna, tidak adanya rasa kekhawatiran soal Ujian Nasional (UN) tersebut bocor, dikarenakan pelaksanaan UN bukan sebagai penentu utama kelulusan siswa dan siswi. Lain itu, ada beberapa SMA/SMK sederajat  menyeleggarakan UN dengan sistem Ujian Nasional Kertas dan Polio (UNKP) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Ketidakkhwatiran karena UN ini sendiri bukanlah penentu kelulusan siswa. Kelulusan juga ditentukan beberapa aspek lainnya, seperti hasil Ujian Sekolah (US) dan lain sebagainya,” kata Raden Wahyu, saat dikonfirmasi, Minggu, 5 Maret 2017.

Lebih lanjut, Raden Wahyu menegaskan, pada pelaksanaan UN se-Provinsi Bengkulu tahun ini, diikuti peserta sebanyak 24.473 siswa, dengan rincian 17.329 siswa SMA/MA dan 7.144 merupakan siswa SMK. Sedangkan, jumlah sekolah yang menyelenggarakan UN sebanyak 180 SMA/MA, dan 84 SMK.

Selain itu, menurut Raden Wahyu, pihaknya berkeyakinan UN tahun ini bisa lulus 100 persen dan tinggal masalah nilainya lagi. Sedangkan persiapan dari kita sejauh ini sangat baik dan sudah hampir rampung, karena soal sebentar lagi sampai di Bengkulu.

“Target kelulusan sendiri, pihaknya optimis bisa mencapai 100 persen. Karena, persiapan dari pihak sekolah dan siswa yang akan mengikuti UN, sudah maksimal,” tandas Raden Wahyu. (elz)

loading...