Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menuduhnya malu mengakui tempat kerjanya di Pizza Hut lantaran perusahaan tersebut didirikan oleh nonmuslim, sehingga perkataan tersebut dinilai berbau SARA.

JAKARTA, harianpijar.com – Sekjen Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Novel Chaidir Hasan Bamukmin telah diperiksa sebagai saksi pelapor kasus ‘fitsa hats’ di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis 2 Februari 2017 kemarin. Lain itu, dirinya menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memainkan isu SARA dalam kasus Fitsa Hats.

Menurut Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menuduhnya malu mengakui tempat kerjanya di Pizza Hut lantaran perusahaan tersebut didirikan oleh nonmuslim, sehingga perkataan tersebut dinilai berbau SARA.

Lebih lanjut, dikatakan Novel Chaidir Hasan Bamukmin, bahwa terkait adanya persoalan salah ketik di dalam BAP dalam sidang kasus penistaan agama, dirinya benar-benar tidak mengetahuinya. Karena itu, menurutnya polisi lah yang menuliskan BAP tersebut yang mana akhirnya ada kesalahan tulisan dalam pekerjaannya. Namun, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuduh kalau kesalahan tersebut sengaja dilakukan oleh Novel Chaidir Hasan Bamukmin.

“Dia (Basuki Tjahaja Purnama-Ahok-red) tuduh saya sengaja tulis itu. Padahal sewaktu ditanya pekerjaannya apa saya sudah jawab sesuai namanya, Pizza Hut. Lalu dipermasalahkan itu tulisannya, kan yang ketik polisi,” kata¬† Novel Chaidir Hasan Bamukmin, kepada wartawan, Kamis 2 Februari 2017 kemarin.

Lebih lanjut, Novel Chaidir Hasan Bamukmin, dirinya ingin menjelaskan kronologi persoalan salah ketik tersebut. Namun, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama kuasa hukumnya justru malah membuat kesimpulan sendiri dan menuduhnya malu mengakui pekerjaannya tersebut.

Padahal, menurut Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengaku, dirinya juga pernah bekerja di tempat milik orang Cina yang nonmuslim dan tidak malu.

“Dia tetap menuduh saya seperti itu, ini kan menjurus ke SARA. Nah makanya kami laporkan balik, karena dia sengaja mengucapkan, menuduh, memfitnah, dan mencermarkan nama baik di depan kamera yang mana disaksikan publik,” jelas Novel Chaidir Hasan Bamukmin.

Sementara, Sekjen Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Novel Chaidir Hasan Bamukmin itu telah diperiksa sebagai saksi pelapor kasus ‘fitsa hats’ di Polres Metro Jakarta Selatan dengan ditemani kuasa hukumnya, Hisar Tambunan pada Kamis 2 Februari 2017 kemarin.

Menurut kuasa hukum Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Hisar Tambunan, kliennya tersebut akan menyampaikan alasannya melaporkan balik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait ucapannya saat Novel Chaidir Hasan Bamukmin hadir menjadi saksi pelapor dalam persidangan kasus penistaan agama pada 3 Januari lalu.

“Ada poin-poin terkait ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pascapersidangan itu,” kata Hisar Tambunan

SUMBERRepublika.co.id
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR