Raja Salman Gratiskan ONH Lima Keluarga Densus 88 Tiap Tahun

Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Polri Komisaris Besar Awi Setiyono, untuk anggota Densus 88 yang meninggal dunia, ongkos naik haji (ONH) gratis akan diberikan kepada ahli waris.

JAKARTA, harianpijar.com – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud akan menggratiskan ongkos naik haji (ONH) untuk lima keluarga anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri setiap tahun. Lain itu, pemberian khusus itu hanya untuk para personel densus yang terluka atau gugur saat bertugas.

Menurut Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Polri Komisaris Besar Awi Setiyono, pemberian ongkos naik haji (ONH) gratis itu merupakan salah satu kesepakatan antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Densus 88, dan pemerintah Arab Saudi pada 2015 lalu.

“Ada pembicaraan bahwa beliau akan memberikan reward kepada anggota densus yang telah gugur atau terluka. Setiap tahunnya, lima orang dinaikkan haji,” kata Kombes Pol Awi Setiyono, di Jakarta, Kamis 2 Maret 2017.

Baca juga:   Pulang dari Suriah Tiga Pria Indonesia di Tangkap Densus 88

Berdasarkan data Polri, jumlah anggota Densus 88 yang terluka atau meninggal dunia saat bertugas hingga saat ini mencapai 70 orang. Selain itu, untuk anggota Densus 88 yang meninggal dunia, ongkos naik haji (ONH) gratis akan diberikan kepada ahli waris.

Lebih lanjut, dijelaskan Kombes Pol Awi Setiyono, pembebasan ongkos naik haji (ONH) gratis itu merupakan bagian dari nota kesepahaman Polri dan kepolisian Kerajaan Arab Saudi terkait pemberantasan tindak terorisme.

Baca juga:   Tim Densus 88 Anti Teror Kembali Bekuk Satu Terduga Teroris di Palu

“MoU ini tentunya menindaklanjuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan Polri dan Kepolisian Arab Saudi terkait penanganan pemberantasan terorisme,” jelas Kombes Pol Awi Setiyono.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pada kunjungannya ke Indonesia pekan ini, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud sepakat memberikan ongkos naik haji (ONH) gratis untuk lima keluarga anggota Densus 88 setiap tahun.

Lain itu, dirinya menilai, kebijakan Raja Salman bin Abdilaziz Al-Saud itu merupakan bentuk keakraban Arab Saudi dan Indonesia. “Mereka (anggota Densus 88-red) dianggap sebagai syuhada,” tandas Pramono Anung.

SUMBERCNNIndonesia.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini