Polri: Tidak Ada Pelanggaran Yang Dilakukan Kapolda Jabar

Brigjen Pol Rikwanto, sekarang sudah tidak aktif lagi,internal ormas itu yang menonaktifan.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri)  menilai tidak ada pelanggaran yang dilakukan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan terkait posisinya selaku Dewan Pembina GMBI.

“Sudah ada Perkap (Peraturan Kapolri) yang mengatur,” kata Brigjen Pol Rikwanto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa 28 Feberuari 2017.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto, dalam menanggapi permintaan Wakil Ketua Komisi III DPR Benny Kabur Harman mendesak Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, segera mengevaluasi Kapolda Jawa Barat, terkait posisinya selaku Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Desakan tersebut disampaikan Benny Kabur Harman dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR dengan Kapolri, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 22 Februari 2017.

Baca juga:   Pemerintah Kaji AD/ART FPI, Kuasa Hukum Bicara Soal Konsep Khilafah Modern

Lebih lanjut, ditegaskan Brigjen Pol Rikwanto, peraturan Kapolri (Perkap) yang dimaksud adalah Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 16 huruf B, bunyi perkap tersebut adalah anggota Polri dilarang menjadi anggota ormas atau LSM tanpa persetujuan pimpinan Polri.

Namun, menurut Brigjen Pol Rikwanto, dirinya berpendapat persoalan posisi Irjen Pol Anton Charliyan yang menjadi dewan pembina sebuah ormas kini sudah selesai, mengingat yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dari jabatannya oleh Ketua GMBI M Fauzan Rachman.

Baca juga:   Polri Sebut Tak Tutup Kemungkinan Akan Usut Kembali Kasus Rizieq

“Sekarang sudah tidak aktif lagi. Internal ormas itu yang menonaktifan,” kata Brigjen Pol Rikwanto.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR Benny Kabur Harman mendesak Kapolri untuk segera mengevaluasi Irjen Pol Anton Charliyan. Lain itu, Benny Kabur Harman  mengatakan, dirinya mendapat info akurat bahwa Kapolda Jawa Barat membentuk dan membina ormas yang sengaja diadu domba dengan ormas lain.

Adu domba yang dimaksud Benny Kabur Harman terjadi saat bentrok antara massa GMBI dan massa Front Pembela Islam (FPI) di depan Mapolda Jabar, beberapa waktu lalu.

SUMBERSindonews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini