Hina Presiden Jokowi Lewat Facebook, Netizen Bela dengan Petisi

Mario Lawalata, sebagai rakyat merasa sangat tersinggung Presiden adalah kepala negara dan orang nomor satu, dihina oleh seorang perempuan yang seharusnya bertutur kata baik kepada siapapun, terutama kepada seorang pemimpin negara.

JAKARTA, harianpijar.com – Pengguna akun Facebook berinisial IK, melakukan sindiran terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang memakai pakaian adat khas Maluku, menuai beragam reaksi sejumlah pihak. Lain itu, muncul sebuah petisi dari masyarakat yang mendesak polisi agar menangkap netizen atau pengguna akun facebook tersebut.

Selanjutnya, petisi online itu dibuat oleh Mario Lawalata adalah seorang pemilik akun change.org. Dengan target 35 ribu tanda tangan dan dukungan terhadap petisi tersebut bertambah setiap menitnya.

Hingga pukul 23.00 WIB, Minggu, 26 Februari 2017, petisi itu sudah mendapat 33.094 pendukung.

“Saya sebagai rakyat merasa sangat tersinggung. Presiden Jokowi yang adalah kepala negara dan orang nomor satu, dihina oleh seorang perempuan yang seharusnya bertutur kata baik kepada siapapun, terutama kepada seorang pemimpin negara,” kata Mario Lawalata dalam lampiran petisi yang dibuat pada Sabtu 25 Februari 2017 tersebut.

Baca juga:   Presiden Jokowi: Siapapun Gubernurnya, Jakarta Harus Miliki Transportasi Massal

Lain itu, perempuan yang dimaksud Mario Lawata adalah pengguna akun Facebook berinisial IK, yang foto profilnya menampilkan seorang wanita.

Lebih lanjut, ditegaskan Mario Lawalata, akun facebook berinisial IK tersebut sempat mengunggah foto Jokowi yang tengah memakai pakaian ada Maluku. Terlihat dalam foto tersebut, Presiden Joko Widodo berdampingan dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian. Selanjutnya, dirinya mempermasalahkan foto tersebut, karena diberi tulisan, atau ‘caption’ bernada mengejek.

Baca juga:   Presiden: Hari ini, Minggu Ini, Bulan Ini Tidak Ada Reshuffle

“IK  sudah melakukan pelanggaran undang-undang dengan menyiarkan tulisan menghina Presiden. Saya sebagai seorang warga NKRI memohon kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk menangkap saudari IK, karena perbuatannya menghina kepala negara,” tegas Mario Lawalata.

Sementara, Mario Lawalata juga mengaku, kalau dirinyaberasal dari Maluku dan menolak warisan budaya tanah kelahirannya dilecehkan. “Saya sebagai anak Maluku sangat merasa tersinggung, karena komentar yang ada di postingan IK sangat mengolok budaya adat Maluku,” tandas Mario Lawalata.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar