Menlu: Perundingan Kerjasama IA-CEPA Ditargetkan Selesai 2017

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, IA-CEPA merupakan topik kunjungan Presiden Joko Widodo ke Australia.

SYDNEY, harianpijar.com – Kementerian Luar Negeri menyebut Perundingan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Menyeluruh Indonesia-Australia (IA-CEPA) diharapkan dapat diselesaikan pada tahun 2017.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong saat ditemui, menyebutkan sejauh ini perundingan itu ditargetkan selesai akhir 2017.

“Tolong nanti tanyakan juga ke Mendag, baru saja ada perundingan antara delegasi dari Australia dan Indonesia, baru saja selesai di Canberra,” kata Thomas Lembong, di Sydney, Sabtu 25 Februari 2017.

Lebih lanjut, Thomas Lembong mengatakan, tim negosiasi sedang melapor ke Mendag Enggartiasto Lukita mengenai perkembangan perundingan itu.

Baca juga:   Menlu RI: Tiongkok Langgar Kesepakatan Hukum Laut Internasional

“Sejauh ini ditargetkan selesai tahun ini, kita menginginkan cakupannya seluas mungkin karena perjanjian perdagangan tidak sering-sering, perundingan kayak gini harus dimaksimalkan karena kemungkinan kita tidak akan bikin lagi sampai 7,10,14 tahun yang akan datang,” tegas Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.

Selanjutnya, juga ditegaskan Thomas Lembong, semua pihak harus progresif meletakkan pondasi-pondasi kerja sama ekonomi ke depan.

Sementara, menurut Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan pada Jumat 24 Februari 2017 kemarin,  sudah dilakukan perundingan IA-CEPA keenam.

“Memang IA-CEPA merupakan topik kunjungan Presiden Joko Widodo ke Australia, IA-CEPA merupakan salah satu prioritas, saya juga bertemu dengan Menlu bayangan Penny Wong, kita bahas masalah atau isu IA-CEPA,” kata Retno LP Marsudi.

Baca juga:   Tingkatkan Hubungan Kerjasama, Australia Akan Buka Konsulat Jenderal Di Surabaya

Selanjutnya, ditegaskan Retno LP Marsudi, setiap negara pasti ingin memastikan perjanjian apapun yang dibuat dengan negara lain harus menguntungkan kepentingan nasional atau kepentingan rakyat.

“Karena itu kita berusaha mencari titik temu dalam negosiasi itu, dan negosiasi ini sudah disepakati untuk diintensifkan karena itu sudah enam putusan setelah kelima di Bandung,” tegas Retno LP Marsudi.

“Mudah-mudahan walaupun target ambisius, nanti kita lihat seberapa jauh tingkat kesulitannya, kita akan berupaya menyelesaikan pada akhir tahun ini, mudah-mudahan bisa dilakukan,” tandas Retno LP Marsudi.

SUMBERAntaranews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini