Kuasa Hukum Ketua GNPF-MUI Bantah Pernyataan Polri, Soal Dana Ke Turki

Kuasa Hukum Ketua GNPF-MUI Bachtiar Natsir, Kapitra Ampera, mungkin Kapolri dapat informasi yang kurang akurat.

JAKARTA, harianpijar.com – Kuasa Hukum Ketua GNPF-MUI Bachtiar Natsir (BN), Kapitra Ampera, membantah pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyatakan polisi menemukan slip transfer uang dari Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS), yang menampung dana aksi 411 da 212 ke Turki.

Menurut Kapitra Ampera, soal pernyataan Kapolri dirinya ingin meluruskan, mungkin Kapolri dapat informasi yang kurang akurat. “Mungkin ya, dapat informasinya kurang lengkap,” kata Kapitra Ampera dalam pernyataanya, Kamis 23 Februari 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Kapitra Ampera, memang ada aliran uang dari yayasan ke Turki yang ditujukan ke IHH Humanitarian Relief Foundation. Lain itu, menurutnya uang itu dikirim oleh Islahuddin Akbar (IA) pegawai bank yang menjadi tersangka penyelewengan dana yayasan, melalui rekening berbagi, bukan rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

Baca juga:   Polri Bantah Hentikan Kasus Dugaan TPPU Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir

“Jadi melalui rekening berbagi Islahuddin. Uang itu dari pengurus solidaritas untuk Syam/Suriah. Uang itu dari bedah buku yang dilakukan di masjid-masjid,” tegas Kapitra Ampera yang juga merupakan pengacara Islahuddin Akbar itu.

Selanjutnya, dijelaskan Kapitra Ampera, dirinya menggarisbawahi transfer ke IHH itu dilakukan pada Juni 2016. Kurun waktu itu jauh sebelum dilakukannya aksi 411 di November dan 212 pada Desember 2016.

“Dan GNPF-MUI itu baru ada bulan Oktober. Donasi itu baru muncul awal November, untuk pembelaan aksi 4 November dan 212 ya. Dan itu tidak ada hubungan dengan Bachtiar Nasir (BN). Bachtiar Nasir tidak pernah kirim uang,” jelas Kapitra Ampera.

Baca juga:   PP Pemuda Muhammadiyah Apresiasi Silaturahim Presiden Joko Widodo Dengan GNPF-MUI

Lain itu, Kapitra Ampera juga mengatakan, tidak ada hubungan antara donasi untuk aksi 411 dan 212 dengan uang yang ditransfer ke Turki. Karena, kurun waktunya berbeda dan sumber dananya tidak sama.

“Itu rekening pribadi Islahudin Akbar itu uang dari pengurus Solidaritas untuk Syam ya. Itu bulan Juni 2016. Apa hubungannya dengan yayasan Keadilan Untuk Semua. Tidak ada hubungannya,” kata Kapitra Ampera.

Sementara, untuk dana aksi 411 dan 212, Kapitra Ampera menyatakan seluruhnya digunakan untuk kepentingan umat. Dari untuk pengobatan massa pasca aksi sampai donasi ke Pidie Jaya. “Itu dari rekeningnya Islahuddin Akbar bisa dicek langsung itu,” tandas Kapitra Ampera.

SUMBERdetik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini