Bawaslu Banten Tangkap Dua Pelaku Pembagian Mie Instan Berstiker Cagub Dan Cawagub

Ketua Bawaslu Banten Pramono U Tantowi, kedua pelaku orang yang berpengalaman di pilkada.

SERANG, harianpijar.com – Dua orang pelaku pembagian Mie Instan yang berstiker pasangan cagub dan cawagub Banten dengan nomor urut 1 Wahidin Halim-Andika Hazrumy, di Ciruas, ditangkap Tim Saber Politik Uang Bawaslu Banten. Lain itu, kedua pelaku ditangkap di Bogor, Jawa Barat dan Wonosobo, Jawa Tengah.

Menurut Ketua Bawaslu Banten Pramono U Tantowi, pelaku tersebut bernama Rizal dan Dayat. Keduanya yang melakukan pembagian Mie Instan yang berstiker pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur di Ciruas.

Lebih lanjut, ditegaskan Pramono U Tantowi, pelaku bernama Dayat adalah mantan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), ditangkap Tim Saber di Wonosobo, Jawa Tengah. Sementara, pelaku Rizal, ditangkap di Bogor, Jawa Barat, adalah mantan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) TPS. Kedua pelaku orang yang berpengalaman di pilkada.

“Pada Pilkada 2015 Dayat adalah PPK di daerah Ciruas. Sedangkan Rizal adalah anggota PPS,” kata Pramono U Tantowi, Rabu 22 Februari 2017.

Baca juga:   Untuk Mengamankan Sengketa Pilkada Di MK, Polri Siapkan Skenario Pengamanan

Selanjutnya, dikatakan Pramono U Tantowi, kedua pelaku ini sudah mengenal satu sama lain karena sering berinteraksi dalam proses pemilihan umum. Lain itu, pelaku bernama Dayat, adalah orang yang mengirim paket Mie Instan yang berstiker pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Banten dengan nomor urut 1, kepada pelaku bernama Rizal. Kemudian pelaku Rizal menyerahkan paket tersebut kepada ketua RT di Ciruas.

Sementara, juga menurut Pramono U Tantowi, informasi dari Kasatreskrim pelaku Dayat rencananya hari ini (Rabu 22/2) dibawa pulang dari Wonosobo. “Saya dapat laporan dari Kasatreskrim, tinggal dibawa,” kata Ketua Bawaslu Banten itu.

Sebelumnya menurut Pramono U Tantowi, Tim Saber Politik Uang bersama penyidik dari kepolisian dan kejaksaan menggerebek penampung paket Mie Instan yang berstiker pasangan calon Gubernur Banten di Ciruas, Serang. Dari penggerebekan itu, Bawaslu menemukan 8 paket besar plastik hitam bungkusan berisi 25 paket sembako. Total ada 200 paket sembako.

Baca juga:   Tim Pemenangan: Penolakan Kampanye Ahok-Djarot Dilakukan Terorganisir

“Pukul 09.30 WIB, ada informasi bahwa Kompleks Ciruas Permai ada pembagian paket sembako. Kita langsung koordinasikan Tim Saber yang turun di Kabupaten Serang sama Panwas Kota Serang langsung turun ke lapangan,” kata Pramono saat dimintai konfirmasi, Rabu 15 Februari 2017 lalu.

Sementara, menurut salah sumber di Tim Saber OTT Politik Uang Bawaslu mengatakan, diduga ada seorang anggota tim sukses salah satu pasangan calon yang mengatur pelarian Dayat dan Rizal sampai Wonosobo. Pengatur ini adalah mantan anggota Panwaslu Kabupaten Serang yang mengerti seluk-beluk cara kerja Badan Pengawas Pemilu.

“Dugaan besar kita, dialah yang menyuruh dua orang ini kabur. Itu tim sukses pasangan calon 1. Itu karena dia mantan Panwaslu Serang,” kata salah satu sumber di Tim Saber OTT Politik Uang Bawaslu.

SUMBERdetik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini