Dugaan Kasus Pencucian Uang, Polisi Tetapkan Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua Sebagai Tersangka

Kapolri Jendral Tito Karnavian, penetapan Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) Adnin Arnaz sebagai tersangka didasarkan UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menetapkan Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS), Adnin Arnaz, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam aksi 4 November 2016, atau yang biasa dikenal 411. Lain itu, Adnin Arnaz diduga menyalahgunakan uang yayasan untuk keperluan lain.

“Iya menjadi tersangka untuk kasus yayasan ya,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 22 Februari 2017.

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, penetapan Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) Adnin Arnaz sebagai tersangka didasarkan UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Karena itu, berdasarkan UU tersebut, yayasan tidak boleh membagikan hasil kegiatan usaha kepada pembina, pengurus, dan pengawas.

Baca juga:   BPN: Secara Formal Prabowo-Sandi Tak Tahu Soal Rencana Aksi Lanjutan Besok

Lebih lanjut, dikatakan Jenderal Tito Karnavian, kekayaan yayasan baik berupa uang, barang, maupun kekayaan lain yang diperoleh yayasan berdasarkan Undang-undang ini, dilarang dialihkan atau dibagikan secara langsung atau tidak langsung kepada pembina, pengurus, pengawas, karyawan, atau pihak lain yang mempunyai kepentingan terhadap yayasan.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian sudah menetapkan Islahudin Akbar (IA) sebagai tersangka kasus yang sama. Islahudin Akbar merupakan orang dekat Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF- MUI) Bachtiar Nasir. Lain itu, Islahudin Akbar diduga diperintahkan Bachtiar Nasir untuk mencairkan dana dari rekening yayasan.

Baca juga:   MUI Ingatkan Polisi Soal Kasus TPPU Yayasan, Harus Disertai Bukti Cukup Dan Transparan

Sedangkan, pada pemeriksaan sebelumnya Bachtiar Nasir, mengatakan, ada dana Rp3 miliar yang dikelola untuk aksi bela Islam pada 4 November dan 2 Desember 2016. Lain itu, dana tersebut berasal dari donasi masyarakat yang ditampung di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS). Semuanya dialokasikan untuk konsumsi peserta unjuk rasa, hingga korban luka-luka saat aksi 411.

SUMBERMetrotvnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini