Google dan Microsoft Berikan Tindakan Keras Ke Situs Pembajakan

Google-UK
Tampilan Mesin Pencari Google UK. (foto: Reuters)

harianpijar.com – Raksasa teknologi AS, Google dan Microsoft, setelah sekian lama negosiasi dengan pemerintah dan industri kreatif akhirnya setuju untuk memberikan tindakan keras atau menyensor situs-situs pembajakan dari mesin pencari mereka di Inggris.

Sebelumnya, label rekaman dan studio film sempat menuduh Google dan Microsoft tak peduli perihal isu pembajakan konten tersebut.

Seperti dilansir dari The Telegraph, Jo Johnson, menteri riset, teknologi dan pendidikan tinggi Inggris mengatakan bahwa mesin pencari dan industri kreatif terkemuka dunia harus berkolaborasi.

“Sangat penting bahwa (konsumen atau pengguna) hanya diberikan tautan dari situs web resmi, bukan tautan dari situs pembajakan,” kata Jo Johnson.

Dengan kesepakatan ini, kedua raksasa teknologi berkomitmen untuk menurunkan situs-situs pembajakan yang populer agar tak bisa lagi ditemukan di halaman pertama pencarian.

Baca juga:   Gadis Kecil 7 Tahun Melamar Pekerjaan di Google, Ini Jawaban CEO Sundar Pichai

Untuk mengawasi kesepakatan tersebut, Inggris membentuk tim Intelectual Property Office (IPO) sebagai pemantau selama beberapa bulan ke depan. Pada musim panas mereka bisa merekomendasikan tindakan selanjutnya atau menerapkan sistem denda dan sanksi lainnya jika kedua raksasa teknologi itu tak benar mengerjakannya.

Tuntutan pemerintah Inggris itu bukan tanpa alasan. Bersama industri kreatif, mereka merasa jika situs-situs pembajakan jauh lebih mudah ditemukan daripada situs resminya.

“Situs pembajakan saat ini terlalu mudah ditemukan lewat mesin pencari, jadi kami menghargai kesediaan para pihak untuk mencoba memperbaiki situasi itu,” kata Stan McCoy dari Motion Picture Association.

Baca juga:   Update Baru Google Play Store, Mudahkan Pengelolaan Aplikasi

Menurut IPO, sekitar 15 persen atau sekitar 6,7 juta pengguna internet di Inggris Raya mengakses film bajakan, musik, buku dan lainnya secara online.

Sementara itu, Google telah lama berpendapat jika mesin pencari bukanlah sumber utama trafik ke situs pembajakan.

“Google telah menjadi mitra aktif selama bertahun-tahun dalam memerangi pembajakan online. Kami tetap berkomitmen untuk mengatasi masalah ini dan berharap untuk kemitraan lebih lanjut dengan pemegang hak,” kata juru bicara Google.

Satu dari enam pengguna internet mengakses konten bajakan menurut IPO, meskipun hal ini jatuh di tengah-tengah meningkatnya layanan streaming yang legal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini