Polisi: Massa Pendemo Di Sidang Ahok Diimbau Lakukan Orasi Tidak Memprovokasi

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Iwan Kurniawan, jika isi orasi mengandung unsur provokativ dikhawatirkan akan terjadi gesekan.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Selatan mengimbau agar massa pengunjuk rasa di sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak melakukan orasi dengan nada provokatif.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Iwan Kurniawan, kita tetap mengimbau agar menjalankan orasi demo di depan dengan tertib damai. Lain itu, massa juga diminta menyampaikan orasi-orasi dengan kata yang menyejukkan, sopan, santun, penuh etika dan tidak bernuansa provokatif.

Lebih lanjut, dikatakan Kombes Pol Iwan Kurniawan, jika isi orasi mengandung unsur provokativ dikhawatirkan akan terjadi gesekan. Karena, dalam aksi demo pada sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ada dua kubu yang berunjuk rasa terdiri dari massa pro dan kontra.

Baca juga:   JPU Ali Mukartono: Video Buni Yani Turut Perkeruh Suasana

“Saat ini berlangsung dari GNPF sudah orasi, begitu juga massa dari pendukung bapak Ahok. Kita buat sistem pemisahan agar tidak terjadi suatu konflik atupun gesekan dan orasi ini jangan sampai saling bisa dengar,” kata Kombes Pol Iwan Kurniawan, di Kementan, Jakarta, Selasa 21 Februari 2017.

Sementara, pada sidang lanjutan kesebelas ini, ada empat ahli yang akan hadir sebagai saksi. Keempat ahli itu, yakni dua ahli dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yaitu ahli agama Islam, Yunahar Ilyas, ahli hukum pidana, Abdul Chair Ramadhan, Miftachul Akhyar, ahli agama Islam dari PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) dan ahli hukum pidana Mudzakkir, dari Universitas Islam Indonesia (UII).

Baca juga:   Kuasa Hukum: Kalau Tidak Terbukti Tindak Pidana, Berharap Ahok Dituntut Bebas

Sedangkan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didakwa dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. Lain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah melakukaan penodaan terhadap agama serta menghina para ulama dan umat Islam.

 

SUMBERKompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini