Pengurus Besar HMI Mendorong Penegakan Hukum Terhadap Ahok

Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P Tamsir, kita ingin penegakan hukum terhadap penista agama, karena itu mengancam integrasi bangsa Indonesia.

JAKARTA, harianpijar.com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendorong penegakan hukum atas kasus penistaan agama yang dilakukan oleh terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Lain itu, kasus penistaan agama ini mengancam perpecahan bangsa.

Menurut Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P Tamsir, bahwa kita punya komitmen untuk menolak segala penistaan agama terhadap siapapun. “Karena itu pada aksi-aksi kita, kita ingin penegakan hukum terhadap penista agama karena itu mengancam integrasi bangsa Indonesia,” kata Mulyadi P Tamsir di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 20 Februari 2017.

Baca juga:   Menkumham: Daripada Rusuh, Ahok Tidak Masuk Lapas Cipinang

Lebih lanjut, ditegaskan Mulyadi P Tamsir, terkait aksi 212 besok di gedung DPR/MPR RI, dirinya menyampaikan belum memutuskan apakah akan bergabung dalam aksi tersebut atau tidak.

“Tapi untuk aksi besok, karena kita harus bicarakan dulu dengan teman-teman di dalam, sekali lagi kami baru selesai Raker tadi subuh, kemudian untuk mengambil kebijakan organisasi pasti akan melalui mekanisme rapat organisasi,” tegas Mulyadi P Tamsir.

Baca juga:   Polisi Belum Terima Pemberitahuan Resmi, Rencana Aksi 11 Februari Mendatang

Sementara diketahui, aksi massa 212 akan berpusat di gedung DPR/MPR pada Selasa 21 Februari 2017 besok. Rencananya, massa aksi akan bergerak ke gedung DPR/MPR RI mulai pukul 07.00 WIB.

Selain itu, massa aksi menuntut hukuman terhadap terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Massa juga menuntut untuk menghentikan kriminalisasi terhadap sejumlah ulama.

SUMBERRrepublika.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini