Menkumham: Kepala Lapas Nakal Siap Dipecat, Saat Ini Lapas Menjadi Sorotan Publik

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laolly, diminta seluruh petugas lapas menjaga kedisiplinan dan integritas.

JAKARTA, harianpijar.com – Kementerian Hukum dan HAM menegaskan akan memecat Kepala Lembaga Pemasyarakatan (lapas) maupun jajaran di bawahnya, jika melakukan pelanggaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laolly saat memimpin apel siaga yang diikuti 40 Kalapas di bawah kantor wilayah Kemenkumham Sumatera Utara, di lapas Kelas 1 Tanjung Gusta, Medan.

Menurut Yasonna Laoly, dirnya sudah cukup memberi peringatan. Petugas yang tidak patuh, akan diturunkan pangkat hingga pemecatan. Lain itu, diminta seluruh petugas lapas menjaga kedisiplinan dan integritas.

“Saat ini situasi Lapas tengah menjadi sorotan publik dan media massa,” kata Yasonna Laoly, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 18 Februari 2017.

Baca juga:   Pastikan Profesional, Yasonna Pesan ke SBY-AHY untuk Tak Tuding Pemerintah Soal KLB Demokrat

.Lebih lanjut, juga ditegaskan Yosonna Laoly, dirinya memahami adanya keterbatasan kemampuan petugas lapas, namun peredaran narkoba dan penggunaan telepon seluler secara bebas di Lapas Tanjung Gusta tidak bisa ditolerir.

“Lapas menjadi sorotan publik, sorotan media. Kita mau ini berubah. Saya sengaja sampaikan ini secara langsung tidak lewat surat, agar langsung dipahami dan dilaksanakan,” tegas Yasonna Laoly.

Sementara diketahui, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat berada di Medan, juga melakukan inspeksi mendadak di beberapa Lapas. Dari hasil sidak di ditemukan 3.000 telepon selular yang disita dan dimusnahkan.

Selanjutnya, Yasonna Laoly juga memberikan perhatian khusus atas lapas kelas 1 Tanjung Gusta pasca penangkapan narapidana bernama Andi oleh petugas Badan narkotika Nasional (BNN). Diketahui, Andi ditangkap petugas BNN pada 14 januari 2017 lalu, saat pelesir ke luar lapas tanpa pengawalan petugas lapas.

Baca juga:   Menkum: Tangkap, Bagi Ormas Yang Anarkis Dan Melanggar Hukum

Lain itu, petugas BNN mengatakan saat Andi ditangkap sedang bertransaksi narkoba. Sesaat setelah melakukan penangkapan Andi, BNN menangkap napi lainnya bernama Ayau, Stevi dan Hartono. Sebanyak 10 kilogram sabu serta 91 butir ekstasi disita petugas BNN dari tangan para tersangka.

Selanjutnya, seminggu kemudian Kementerian Hukum dan HAM mencopot Kalapas Toga Effendi dan kemudian digantikan Asep Syarifudin yang sebelumnya menjabat Kalapas Kelas 1 Merah Mata Palembang Sumatera Selatan.

SUMBERKompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini