Antasari: Laporan Saya Di Bareskrim Kasusnya Berbeda

Antasari Azhar, saya jelaskan, dulu saya diusut itu 340, pembunuhan berencana, nah yang saya laporkan pasal 318 KUHP.

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menegaskan, laporannya di Bareskrim Porli tidak ada hubungan dengan kasus Pasal 340 atau kasus pembunuhan berencana yang telah menjebloskannya ke dalam tahanan. Lain itu, laporan tersebut murni kasus lain.

“Saya jelaskan, dulu saya diusut itu 340, pembunuhan berencana, nah yang saya laporkan (pasal) 318 KUHP,” kata Antasari Azhar, di Jakarta, Kamis 16 Februari 2017.

Lebih lanjut, dikatakan Antasari Azhar, dalam Pasal 318 itu adalah, barang siapa yang membuat tindak pidana persangkaan palsu yang saat ini disebut orang rekayasa, dan yang berakibat orang terhukum. Menurutnya, perkara yang dilaporkan berbeda sekali dengan dakwaan Pasal 340 KUHP yang pernah menjeratnya. “Nah itu pemahaman 318, jadi beda kasusnya,” tegas Antasari Azhar.

Baca juga:   Presiden Jokowi Bertemu SBY Bahas UU Ormas

Selanjutnya, juga ditegaskan Antasari Azhar, soal grasi, itu adalah hak konstitusional Presiden. Saat Presiden menyetujui, artinya Presiden akan mencoba mempelajari kembali kasusnya.

“Ketika grasi diajukan, dan Presiden mencoba mempelajari itu, minta pertimbangan Mahkamah Agung. Jadi ayat berapa yang mengatakan orang minta grasi ngaku bersalah dan minta ampun?” tanya Antasari Azhar.

Baca juga:   Pertemuan Jokowi-SBY Dinilai Banyak Makna, Termasuk Dukungan di Pilkada DKI Putaran Kedua

Lain itu, hak konstitusional, adalah dalam rangka memberikan ampunan kepada seseorang. Di mana ampunan tersebut diberikan saat menjabat sebagai kepala negara melihat adanya ketidakadilan yang menimpa seseorang.

“Kita lihat ke belakang, ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga kasih grasi kepada OPM. Jokowi datang sendiri ke Papua menyerahkan Keppres-nya kan. Nah itu yang benar, jadi orang bilang, itu salah dan minta ampun, itu adalah persepsi keliru, itu awam. Enggak bisa jadi acuan nasional. Jangan rakyat dibodohi,” tandas Antasari Azhar.

 

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar