Merasa Bagian Dari Kriminalisasi, Anas Urbaningrum Berharap SBY Minta Maaf

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum,.

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum, melalui teman dekatnya sesama mantan aktivis Partai Demokrat (PD), I Gede Pasek Suardika, kembali menyampaikan pesan.

Lain itu, jika Antasari Azhar mengaku dikriminalisasi, Anas Urbaningrum juga mengaku telah mengalami kriminalisasi, dan berharap mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta maaf atas hal itu.

Hal tersebut, disampaikan I Gede Pasek Suardika dalam konferensi pers, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa 14 Februari 2017,  Anas Urbaningrum menyampaikan pesan kepada dirinya, setelah tayangan Antasari Azhar soal kriminalisasi di era pemerintahan SBY.

“Nah ini mumpung Pak Antasari menyatakan dikriminalisasi, Mas Anas mau bilang juga bahwa bukan hanya Pak Antasari. Tapi Anas Urbaningrum juga bagian dari kriminalisasi,” kata I Gede Pasek Suardika.

Baca juga:   Pastikan Profesional, Yasonna Pesan ke SBY-AHY untuk Tak Tuding Pemerintah Soal KLB Demokrat

Selanjutnya, juga dikatakan I Gede Pasek Suardika, “Mas Anas mengharapkan agar SBY meminta maaf soal itu. Cukup meminta maaf saja.”

“Karena karma, ini kata beliau (Anas Urbaningrum-red) ya, karma itu nyata, hanya soal waktu.”

Melaui, teman dekatnya I Gede Pasek Suardika,  Anas Urbaningrum mengungkapkan bahwa dirinya “dipaksa mati” muda akibat perbedaan soal internal partai.

“Ini disampaikan Mas Anas kepada kita untuk disampaikan kepada khalayak ramai juga,” kata I Gede Pasek Suardika.

Selain itu, Anas Urbaningrum juga menegaskan bahwa proses kriminalisasi atas dirinya bisa diuji, sejak proses hendak dijadikan tersangka, hingga divonis 19 tahun penjara plus pencabutan hak politik.

“Dibuka semua dan dibikin TPF, wajar apa tidak dengan hukuman yang ada, target hukuman yang mematikan Anas sebagai anak muda bangsa ini. Kalau dikatakan kasus hambalang, kenapa Anas dihukum 14 tahun ditambah 5 tahun, totalnya 19 tahun, dicabut hak politiknya, padahal yang disangkakan terkait Harrier,” ucapnya.

Baca juga:   Hadiri Debat Pilkada, Antasari Azhar: Jakarta Perlu Tangan Cerdas Dan Gesit

Lebih lanjut, I Gede Pasek Suardika juga mengatakan,  Anas Urbaningrum juga menyampaikan pesan agar jangan sampai ada korban lagi akibat ‘bluffing’ yang dilakukan oleh SBY. karena, hal demikian sangat berbahaya dan menyangkut rasa keadilan.

“Yang pasti Beliau (Anas Urbaningrum-red) mempersilahkan kasusnya diuji ke publik. Toh dokumennya ada semua. Sehingga ketahuan apakah ada benang merah kekuasaan saat itu. Sehingga tidak ada lagi yang sok menyalahkan kekuasaan saat ini, kurang ini lah, kurang itu lah,” tandas I Gede Pasek Suardika.

 

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar