Saat Lakukan Peliputan Aksi 112, Desi Fitriani Wartawan Metro TV dan Kameramen Diusir dan Dipukuli

Desi Fitriani Reporter Metro TV, sepanjang saya liputan demo dari pertama November 2016 sampai sekarang, biasa mereka cuma teriak-teriak atau dorong dan sekarang pada pakai kekerasan, mukul-mukul pakai kayu bambu.

JAKARTA, harianpijar.com – Desi Fitriani Reporter Metro TV dan Ucha Fernandez Kameramen melaporkan insiden kekerasan saat sedang melakukan peliputan aksi 112 ke Polres Jakarta Pusat. Lain itu, Desi Fitriani dan Ucha Fernandez juga sudah dimintai keterangan oleh polisi.

“Iya ini masih di-BAP (berita acara pemeriksaan),” kata Desi Fitriani, Sabtu, 11 Februari 2017.

Selanjutnya, Desi Fitriani juga sudah menjalani visum untuk mengetahui luka-luka yang dialami. Sedangkan, hasil visum nantinya akan diserahkan kepada Kepolisian. “Hasil visumnya belum ada,” jelas Desi Fitriani.

Baca juga:   FPI Bandung Pastikan Akan Ikut Aksi pada 22 Mei

Lain itu, juga dikatakan Desi Fitriani, dirinya dan Ucha Fernandez sempat diusir paksa saat meliput Aksi 112 di Halaman Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Bahkan, saat dibawa keluar, keduanya sempat dipukul dan disiram air oleh massa.

“Sepanjang jalan itu kan kanan-kiri orang pada mukul. Mukul ke badan ke pinggang ke pundak. Kameramen saya juga dipukul,” tegas Desi fitriani.

Sementara, Desi Fitriani juga menjelaskan, ada seseorang peserta aksi yang membawa bambu yang tadinya dipakai untuk mengibarkan bendera. Namun, oknum peserta aksi itu lalu memukul bambu kepada dirinya.

Baca juga:   Terima Aspirasi, DPR Siap Temui Perwakilan Aksi 299

Akibat pemukulan itu, Desi Fitri sempat terhuyung. Bahkan, Desi Fitriani merasa kepalanya sedikit pedih. Begitu diperiksa, ternyata ada benjolan. Desi Fitriani tidak menyangka massa sampai nekat melakukan kekerasan.

“Sepanjang saya liputan demo dari pertama November 2016 sampai sekarang, biasa mereka cuma teriak-teriak atau dorong. Sekarang pada pakai kekerasan, mukul-mukul. Bahkan, pakai kayu bambu,” tandas Desi Fitriani.

SUMBERMetrotvnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini