Akibat Terendam Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Bengkulu Tengah Terancam Puso

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Buyung Azhari, saya belum ada laporan ada tanaman padi petani Bengkulu Tengah terendam banjir. Saya akan cek informasi tersebut. Jika benar kita siap bantu mereka bibit padi.

BENGKULU, harianpijar.com – Ratusan hektare tanaman padi petani di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, terancam gagal panen atau puso. Pasalnya, tiga hari belakangan hujan lebat melanda daerah ini, akibatnya ratusan hektare tanaman padi terendam banjir hingga 1,5 meter

“Nasib kami apes. Padi baru berumur satu bulan terendam banjir setinggi 1,5 meter akibat hujan lebat tiga hari berturut-turut. Tanaman padi yang terendam hampir dipastikan gagal panen,” kata Tugiran (47), petani Desa Srikoncoro, di Bengkulu, Kamis 9 Februari 2017.

Menurut Tugiran (47), pengalaman selama ini tanaman padi usia muda jika terendam banjir sebagian besar mati karena tertimbun lumpur. Kalau ada yang selamat dan tidak mati, tumbuhnya tidak sempurna dan kerdil.

Selanjutnya, ditegaskan Tugiran (47), buah padi tidak tumbuh tidak maksimal seperti apa yang diharapkan. “Jika ada modal setelah air kering tanaman padi yang terendam banjir diganti dengan tanaman baru, sehingga terhindar dari ancaman gagal panen,” tegas Tugiran.

Baca juga:   Soal Banjir, PAN ke Pemprov DKI: Jangan Terjebak Debat Konsep, Segera Naturalisasi-Normalisasi

Sementara, juga dikatakan petani lainnya Tarmuji (42), tanaman padi yang masih muda bila terendam banjir langsung busuk dan mati, padi yang saat ini terendam banjir dipastikan gagal panen.

“Saya pernah mengalami, padi usia muda terendam banjir, akan busuk dan mati, akibatnya gagal panen. Ini yang terjadi terhadap ratusan hektare tanaman padi petani Pondok Kelapa yang terendam banjir sekarang,” kata Tarmuji,

Lebih lanjut, menurut Tarmunji, walaupun ada tanaman padi tersebut, masih bertahan hidup luasnya relatif sedikit dari luas semula mencapai 100 hektare lebih. Hal ini, dikarenakan setelah air kering tanaman padi mati karena busuk dan tertimbun lumpur.

Baca juga:   PKS ke Ganjar Soal Banjir: Bravo Mas, Namun Perlu Diiringi Membuat Skema Pencegahan

Untuk itu, dirinya berharap Distan Bengkulu Tengah, dapat memberikan bantuannya seperti bibit padi dan pupuk, sehingga empat bulan ke depan bisa panen padi.

“Diharapkan Distan Bengkulu Tengah memberikan bantuan bibit padi, nantinya kami dapat panen padi empat bulan ke depan,” harap Tarmuji.

Sedangkan, Kepala Distan Bengkulu Tengah, M Damsik mengaku pihaknya belum mendapatkan konfirmasi terkait ratusan hektare tanaman di Kecamatan Pondok Kelapa, terendam banjir.

Selain itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Buyung Azhari, juga mengaku pihaknya belum mendapat laporan ada ratusan hektare sawah di Bengkulu Tengah terendam banjir.

“Saya belum ada laporan ada tanaman padi petani Bengkulu Tengah terendam banjir. Saya akan cek informasi tersebut. Jika benar kita siap bantu mereka bibit padi,” kata Buyung Azhari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini