Tiga Kali Dilempar Bom Molotov, FPI Waspada Dan Perketat Penjagaan

harianpijar

JAKARTA, harianpijar.com – Kejadian pelemparan bom molotov ke posko dan rumah anggota Front Pembela Islam (FPI) membuat mereka semakin waspada. Lain itu, pelemparan bom molotov kali ini diarahkan ke Meruya, Jakarta Barat, namun sebelumnya terjadi di posko DPC FPI Pasar Rebo dan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Menurut Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Novel Chaidir Hasan Bamukmin, yakin aksi tersebut dikarenakan pihaknya selalu memerangi kebangkitan paham komunis di Indonesia saat ini.

“(Yang kena bom molotov) majelis taklim ustad nih. Dilempar cuma gara-gara ustad ini simpati dengan perjuangan Front Pembela Islam (FPI) malah dilemparin gitu,” kata Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Rabu 8 Februari 2017.

Baca juga:   Meski Dilarang Polda Metro, Rencana Aksi 112 Tetap Jalan Terus

Lebih lanjut, ditegaskan Novel Chaidir Hasan Bamukmin, belajar dari pengalaman tesebut, diakui pihaknya saat ini sedang meningkatkan kewaspadaan dan memperketat penjagaan posko-posko dan rumah para pimpinan Front Pembela Islam (FPI) untuk mengantisipasi kejadian serupa.

“Oh iya, memperketat penjagaan, FPI memang sudah difungsikan setiap anggota FPI memang untuk mengawal kiai dan ustad-ustad gitu, memang tugas kita,” tandas Novel Chaidir Hasan Bamukmin.

Sementara, Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Royce Harry Langie memastikan, pihaknya tidak tinggal diam atas peristiwa tersebut. Selain itu, polisi saat ini sedang mendalami kasus pelemparan bom molotov di salah satu rumah anggota Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Barat oleh orang tak dikenal.

Baca juga:   Rumah Tempat Pengajian Djarot Sempat Didatangi Massa FPI

“Masih kita dalami,” kata Kombes Pol Royce Harry Langie di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 8 Februari 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Kombes Pol Royce Harry Langie, pihaknya juga membantah bahwa yang dilempari bom molotov tersebut merupakan markas Front Pembela Islam (FPI). Menurutnya, rumah tersebut milik Wawan Gunawan yang kebetulan berstatus anggota Front Pembela Islam (FPI).

“Bukan markas FPI, itu rumah, rumah Pak Wawan, katanya salah satu anggota tapi kita belum jelas kedudukan beliau dalam FPI itu apa,” tandas Kombes Royce Harry Langie.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar