Bengkulu Dipercaya Sebagai Tuan Rumah Lawatan Sejarah Nasional 2017

Direktur Sejarah pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari, Lasenas tahun ini akan dikemas berbeda dan menarik, akan melibatkan anak-anak SMA se-Indonesia untuk menguak nilai-nilai sejarah perjuangan yang ada di Bengkulu.

BENGKULU, harianpijar.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan kepercayaan kepada Provinsi Bengkulu untuk menjadi tuan rumah kegiatan Lawatan Sejarah Nasional ke-14, yang rencananya akan digelar pada Mei 2017 mendatang.

Menurut Direktur Sejarah pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari, mengatakan, Bengkulu memiliki sejarah yang dapat dijadikan simbol perekat bangsa. Hal itu, tidak lepas dari fakta sejarah bahwa Bung Karno sebagai salah seorang Proklamator RI pernah diasingkan di Bengkulu.

“Bahwa ada raja-raja terdahulu di Bengkulu juga perlu diajarkan bagi generasi penerus sebagai potret keberagaman menuju proses Indonesia,” kata Triana Wulandari di Bengkulu, Rabu 8 Februari 2017.

Baca juga:   Kalau Ada Pihak Mengatakan PDI Perjuangan Ada Jarak Dengan Islam, Itu Tidak Benar

Lebih lanjut, dikatakan Triana Wulandari, tema Lawatan Sejarah Nasional (Lasenas) di Bengkulu, bertema “Merawat Keberagaman Melalui Memori Kolektif untuk Memperkokoh Karakter Bangsa”.

Selain itu, Triana Wulandari juga mengaskan, Lasenas tahun ini akan dikemas berbeda dan menarik, akan melibatkan anak-anak SMA se-Indonesia untuk menguak nilai-nilai sejarah perjuangan yang ada di Bengkulu. Lain itu, Lasenas ini bertujuan untuk memunculkan rasa cinta tanah air, menghayati sejarah serta memiliki semangat dan motivasi memajukan Indonesia.

Sementara, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Ade Erlangga mengatakan, siap menyukseskan dan mendukung agenda nasional itu.

Baca juga:   Megawati Teteskan Air Mata Saat Kenang Pesan Bung Karno Soal Perdamaian Korea

“Ini momentum mengangkat dan mengenalkan sejarah Bengkulu ke masyarakat luas dan bisa menjadi salah satu daya tarik wisata. Terutama Kota Bengkulu yang merupakan anggota dari Jaringan Kota Pusaka bersama kota-kota yang kaya sejarah lainnya di Nusantara,” kata Ade Erlangga.

Diketahui, peserta Lasenas diperkirakan sekitar 200 orang pelajar SMA dari seluruh Indonesia yang akan diminta untuk membuat karya tulis ataupun film dokumenter terkait sejarah yang ada di Bengkulu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini