Pada Sidang Ahok Ke-9, Jaksa Penuntut Umum Hadirkan 1 Saksi Tambahan

Humas Pengadilan Jakarta Utara Hasoloan, penambahan satu saksi itu diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tadi pagi atas nama M. Nuh berasal dari kepolisian.

JAKARTA, harianpijar.com – Pada persidangan ke-9 kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menambah satu saksi yang rencananya dihadirkan dalam sidang ini. Lain itu, total ada empat saksi yang bakal dimintai keterang.

Menurut Humas Pengadilan Jakarta Utara Hasoloan mengatakan, penambahan satu saksi itu diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tadi pagi atas nama M. Nuh berasal dari kepolisian.

“Sekitar pukul 07.30 WIB jaksa menambahkan satu saksi, ahli labkrim,” kata Hasoloan, di Jakarta, Selasa 7 Februari 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Hasoloan, sebelumnya dijadwalkan ada dua saksi fakta dan satu saksi ahli yang dihadirkan. Kedua saksi fakta adalah nelayan Pulau Panggang yang menghadiri sosialisasi Bsuki Tjahaja Purnama (Ahok) tanggal 27 September 2016.

Baca juga:   Minta Sidang Ahok Ditunda, Kapolda: Itu Permohonan Hanya Saran

“Ada Jaenudin alias Panel dan Sahbudin alias Deni. Satu lagi ada saksi ahli, Hamdan Rasyid,” tegas Hasoloan.

Diketahui, Hamdan Rasyid merupakan anggota komisi Fatwa MUI dan Dosen UIN Syarif Hidayatullah. Sementara, keempat orang saksi, beberapa di antaranya sudah hadir sejak pagi.

Sedangkan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hari ini menejalani sidang ke-9. Sediktnya, sudah ada 12 orang saksi yang dihadirkan di ruang persidangan. Di antaranya Katua MUI Ma`ruf Amin, petinggi FPI, polisi hingga lurah Pulau Panggang.

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim menetapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka kasus penistaan agama pada Rabu, 16 November 2016. Akibatnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dijerat Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHAP) juncto Pasal 28 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca juga:   Sidang Ahok Ke-18 Hari Ini, Akan Dengarkan Tuntutan Jaksa

Sementara, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didakwa melakukan penistaan dan penodaan agama terkait ucapannya di Kepulauan Seribu. Saat itu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengutip surat Al Maidah ayat 51 dalam konteks memilih pemimpin.

Sedangkan, Jaksa menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah melakukaan penodaan terhadap agama serta menghina para ulama dan umat Islam.

SUMBERMetrotvnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini