Ahok Disambut Meriah, Saat Hadiri Istigosah Kebangsaan Warga NU DKI

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Djan Faridz, NU adalah ormas yang menghormati perbedaan, diminta, NU jangan terpecah karena dinamika Pilkada yang saat ini terjadi. NU itu cinta kepada Islam. NU tidak membedakan umat. NU itu plural.

JAKARTA, harianpijar.com – Calon Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri agenda Istigosah Kebangsaan Warga Nahdliyin DKI Jakarta, yang digelar di Masjid Al Huda, Jakarta, Minggu 5 Februari 2017.

Lain itu, hasil pantauan dilokasi, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat tiba langsung berjalan menuju panggung, dirinya tidak memberikan komentar apapun kepada wartawan.

Selain itu, calon gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 2 ini, kedatangannya disambut meriah oleh para peserta istigosah atau doa bersama, yang didominasi oleh perempuan. Mereka terlihat mengerumuni dan sebagian ada yang bersalaman dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Baca juga:   Pengamat Politik: Menjadi Tanda Tanya Besar, Mendagri Tidak Nonaktifkan Ahok

Istigosah Kebangsaan Warga Nahdliyin DKI Jakarta yang digelar di Masjid Al Huda ini, dihadiri sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama, di antaranya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Djan Faridz, Gus Nuril, hingga Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Nusron Wahid.

Sementara, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Djan Faridz dalam sambutannya, mengatakan, NU adalah ormas yang menghormati perbedaan. Karena itu, dirinya minta, NU jangan terpecah karena dinamika Pilkada yang saat ini terjadi.

Baca juga:   Sekda DKI Jakarta: Ahok Sudah Siapkan Hati Menghuni Tahanan Selama 2 Tahun

“NU itu cinta kepada Islam. NU tidak membedakan umat. NU itu plural,” kata Djan Faridz.

Lebih lanjut, juga ditegaskan Djan Faridz, mantan Presiden Soekarno mempersatukan seluruh etnis dan agama untuk saling melindungi. Untuk itu, seluruh warga NU dilarang keras melakukan diskriminasi.

Lain itu, dirinya juga menyatakan NU bebas memilih calon gubernur pada 15 Februari mendatang. Namun, dirinya berharap, calon yang dipilih berdasarkan hati nurani dan pertimbangan yang matang.

“Pilkada nanti pilihlah dengan hati nurani. Pilihannya bebas,” tandas politisi Partai Persatuan Pembangunan itu.

SUMBERCNNIndonesia.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini