SBY Kembali Komentari Dugaan Penyadapan, Minta KH Ma’ruf Amin Sabar dan Tegar

Ketua Umum Partai Demokrat dan juga Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto:Google).

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengomentari masalah dugaan penyadapan percakapannya dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin.

Lain itu, dirinya meminta KH Ma’ruf Amin bersabar dan tegar menghadapi masalah tersebut.

Sementara, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun twitternya @SBYudhoyono, mengatakan, KH Ma’ruf Amin bukan sasaran utama bila penyadapan tersebut benar dilakukan. Namun, dirinya tidak mengungkapkan secara terbuka siapa sosok yang ditargetkan bila penyadapan itu benar terjadi.

“Bapak Ma’ruf Amin, senior saya, mohon sabar & tegar. Jika kita dimata-matai, sasarannya bukan Bapak. Kita percaya Allah maha adil *SBY*,” cuit SBY, Sabtu 4 Februari 2017.
Namun, Cuitan itu pun mendapatkan reaksi beragam dari beberapa netizen. Sebagian netizen menyindir cuitan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Baca juga:   Antasari: Mending Pak SBY Bantu Buka Kasus Saya, Daripada Lakukan Posting Berisi Keluhan

“Tinggal menikmati hidup saja masih cari mumet, kurang puas 10 tahun,” cuit akun twitter @edo_macho.

Selain itu, adapula netizen yang mempertanyakan penyadapan terhadap dirinya dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin.
Sebelumnya, dugaan penyadapan terhadap mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono itu muncul setelah Humprey R. Djemat, kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di persidangan ke-8 kasus dugaan penodaan agama, mengatakan, memiliki bukti percakapan telepon antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin.

Dengan dasar itu, kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meragukan objektivitas Ma’ruf Amin sebagai saksi kasus penodaan agama.

Baca juga:   Kuasa Hukum: Sampai Kiamat Antasari Tidak Akan Minta Maaf ke SBY

Sementara, beberapa hari setelah komunikasi itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sikap keagamaan terkait pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut-nyebut surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu.

Diketahui, saat ini Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sedang bertarung dengan putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono untuk merebut posisi gubernur DKI Jakarta.

Sedangkan, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui dirinya sempat berkomunikasi dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin, namun percakapan keduanya ketika itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut, tidak berkaitan dengan sikap keagamaan MUI.

Sementara, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyon (SBY) tidak nyaman percakapannya di telepon diketahui orang lain.

SUMBERMetrotvnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini