Antasari Azhar Akan Dijadikan Jaksa Agung, Itu Tergantung Presiden Jokowi

Anggota Komisi III DPR Aziz Syamsuddin, karena itu kewenangan penuh Presiden Joko Widodo dan Hak prerogatif Presiden.

JAKARTA, harianpijar.com – Dikalangan Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat tidak bisa berkomentar, menanggapi isu yang beredar soal nama mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar akan dijadikan Jaksa Agung menggantikan HM Prasetyo.

Lain itu, anggota Komisi III DPR Aziz Syamsuddin mengatakan, bisa atau tidaknya nanti Antasari Azhar menjabat sebagai Jaksa Agung sangat tergantung pada Presiden Joko Widodo.

“Karena itu kewenangan penuh Presiden Joko Widodo. Hak prerogatif Presiden,” kata Aziz Syamsuddin, Sabtu 4 Februari 2017.

Menurut Presiden Joko Widodo, mengaku belum berpikir soal sosok baru Jaksa Agung. “Siapapun bisa saja jadi Jaksa Agung. Tapi, sampai saat ini saya belum berpikiran ke sana,” kata Prsiden Joko Widodo, seusai membuka secara resmi turnamen Piala Presiden 2017 di Yogyakarta, Sabtu, 4 Februari 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Presiden Joko Widodo, soal isu penunjukan Antasari Azhar sebagai Jaksa Agung, “Presiden hanya menyebut publik telah mengetahui siapa sosok Antasari Azhar. “Saya kira semua tahu Antasari Azhar itu siapa,” kata Presiden Joko Widodo.

Baca juga:   Presiden Jokowi Minta RAPBN 2018 Lebih Efektif

Selanjutnya, Aziz Syamsuddin juga mengatakan, DPR tidak bisa ikut campur dalam memilih Jaksa Agung atau menteri. “Kami tidak bisa mengomentari pilihan Presiden. Saya tidak bisa ikut campur,” tegas mantan Ketua Komisi III DPR dari Partai Golkar ini yang menilai sosok Antasari Azhar baik-baik saja.

Sementara, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Moreno Soeprapto, mengatakan pemilihan dan pengangkatan Jaksa Agung urusan Presiden. “Kita kembalikan ke Presiden,” kata Moreno Soeprapto, Sabtu 4 Februari 2017.

Lain itu, terkait pernyataan Presiden Jok Widodo soal publik telah mengetahui siapa sosok Antasari Azhar, Moreno Soeprapto menegaskan bahwa Presiden Jok Widodo berhak mengatakan apapun.

“Kalau memang beliau (Presiden) berbicara seperti itu, hak beliau untuk menilai atau mengatakan mengenai sosok Antasari Azhar,” kata Moreno Soeprapto yang mengaku mengenal baik sosok Antasari Azhar.

Selanjutnya, politisi Partai Gerindra itu juga menyatakan siapapun berhak menjadi Jaksa Agung atau pejabat tinggi negara jika sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca juga:   Presiden Joko Widodo Setuju Ezra Walian Dinaturalisasi

“Jangan keluar dari undang-undang. Kita lihat bagaimana putusan atau vonis pengadilan waktu itu terhadap Pak Antasari Azhar terkait dengan undang-undang yang ada kalau ingin menjadi pejabat negara,” jelas politisi Partai Gerindra itu.

Bahkan Partai Gerindra, menurut Moreno Soeprapto, bisa saja nanti menggelar rapat internal untuk membicarakan sosok Jaksa Agung. “Yang jelas harus kembali pada aturan main yang berlaku,” jelas Moreno Soeprapto.

Sebelumnya diberitakan, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini bebas bersyarat sejak 10 November lalu setelah mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo. Dirinya sebelumnya ditahan setelah divonis bersalah sebagai otak pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Maret 2009.

Namunm pada Kamis 26 Januari 2017, Presiden Joko Widodo mengundang Antasari Azhar ke Istana Negara. Keduanya berbincang selama satu jam. Tetapi, Antasari Azhar enggan mengungkap pembicaraan dirinya dengan Presiden Joko Widodo.

“Sudah, mau tahu saja,” kata Antasari Azhar kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, sembari menaruh jari telunjuknya di depan mulut.

SUMBERCNNIndonesia.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini