Masyarakat Pulau Enggano Dambakan Investor Pengelolahan Pisang Kepok

Marwan (52) salah seorang warga di Pulau Enggano, produksi pisang kepok di Pulau Enggano cukup besar mencapai 10.000 tandan setiap minggu.

BENGKULU, harianpijar.com – Masyarakat Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, mendambakan investor pengolahan pisang kepok, sehingga pendapatan para petani pisang dapat meningkat.

Menurut Marwan (52) salah seorang warga di Pulau Enggano, mengatakan, dirinya berharap ada investor masuk ke Pulau Enggano untuk mengolah pisang kepok, sehingga pendapatan petani pisang akan meningkat lebih dari sekarang.

Lebih lanjut, ditegaskan Marwan (52), produksi pisang kepok di Pulau Enggano cukup besar mencapai 10.000 tandan setiap minggu. Lain itu, produksi pisang sebanyak ini dijual ke Kota Bengkulu melalui angkutan kapal laut.

Selain itu, juga menurut Marwan (52), kendala yang dihadapi para petani pisang di Pulau Enggano, jadwal kedatangan kapal laut yang tidak menentu akibat cuaca buruk.

“Ini yang menyebabkan pisang hasil panen petani tidak bisa dijual tepat waktu.,” kata Marwan (52), di Bengkulu, Jumat 3 Februari 2017.

Bahkan, juga ditegaskan, Marwan (52) sering kali petani mengalami kerugiian besar. Pasalnya, karena kapal tidak masuk, pisang hasil panen petani busuk dan tidak bisa diangkut ke Bengkulu.

Terkait hal tersebut, petani pisang di Pulau Enggano mengharapkan adanya pabrik pengolahan tepung pisang, sehingga hasil panen petani bisa dijual ke pabrik tersebut. Sehingga nantinya, pendapatan para petani pisang dapat lebih ditingkatkan.

Baca juga:   Pengertian Investasi Beserta Jenis dan Cara Berinvestasi bagi Pemula

“Kami berharap Pemprov Bengkulu bisa mendatangkan investor pengolahan pisang ke Pulau Enggano, sehingga hasil panen pisang tidak lagi dijual ke Bengkulu, tapi cukup dijual ke pabrik nantinya,” jela Marwan (52).

Sementara, hal serupa juga disampaikan Asnul (42), petani pisang lainnya. Dirinya mengatakan, jika ada pabrik pengolahan pisang di Pulau Enggano, maka masyarakat akan semakin banyak menanam pisang di daerah ini. Disamping itu, lahan masih luas untuk pengembangan pisang kepok di Pulau Enggano.

“Selama ini masyarakat masih mikir untuk menaman pisang kepok dalam jumlah besar karena sulit untuk menjual hasil panen, tapi kalau ada pabrik penampung tidak ragu lagi menanam pisang di lahan luas,” kata Asrul.

Sedangkan, harga pisang kepok di Pulau Enggano, saat ini bervariasi antara Rp 20.000-Rp 35.000/tandan. Namun, bagi pembeli yang panen langsung di kebun petani harganya Rp 20.000-Rp 25.000/tandan.

Jika pembeli menunggu di pelabuhan harga jual pisang kepok Rp 35.000/tandan. Tetapi, kebanyakan petani yang datang ke pelabuhan untuk menjual hasil panen kepada toke dari Bengkulu.

Selanjutnya, menurut Asrul, pisang kepok hasil petani Pulau Enggano sebagian dijual ke Kota Bengkulu dan sebagian lagi dijual ke Padang dan Lampung untuk dijadikan bahan baku keripik pisang.

Baca juga:   Pemkab Rejang Lebong Jalin Kerjasama, Investor Malaysia Bantu 60 Ekor Sapi

“Sebenarnya kalau ada pabrik pengelohan tepung pisang di Pulau Enggano tidak, akan kekurangan bahan baku. Karena, produksi pisang di daerah ini cukup besar mencapai puluhan ribu tandan setiap minggu,” jelas Asrul meyakinkan.

Produksi sebanyak ini, kata Marwan, baru sebagian saja tanaman pisang petani yang panen. Namun, jika semua tanaman pisang masyarakat panen, maka produksinya bisa mencapai di atas 15.000 tandan/minggu. “Jadi, kita sangat berharap ada investor yang dapat mengolah pisang hasil panen masyarakat daerah ini ke depan, sehingga ekonomi masyarakat dapat meningkat,” tandas Marwan.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti mengatakan, pihaknya akan mengusahakan investor pabrik pengolahan tepung pisang di Pulau Enggano, sehingga produksi pisang yang dihasilkan petani tidak lagi dijual ke Bengkulu, seperti yang terjadi selama ini.

“Kita akan tawarkan ke investor untuk mendirikan pabrik pengolahan pisang di Pulau Enggano, dan natinya pisang hasil panen petani dapat dijual dengan harga tinggi dan pendapatan mereka akan meningkat lagi dari saat ini,” tandas Ridwan Mukti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini