Ahok dan Pengacaranya Dinilai Lakukan Serangan Sistemik Terhadap Islam

Ketua Umum Dewan Tanfiziyyah PBNW, Muhammad Zainul Majdi, kita harus berpegang teguh kepada ajaran agama, konstitusi negara serta para ulama dan pemimpin umat. Juga harus memelihara ukhuwah dan mengutamankan kemaslahatan bersama.

JAKARTA, harianpijar.com – Pengurus Besar Nahdhlatul Wathan (PBNW) memberikan pernyataan sikap atas perlakuan Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin, saat sidang ke-8 kasus penistaan agama. Lain itu, apa yang dilakukan tim pengacara Ahok dinilai bukti serangan sistemik terhadap Islam.

Selanjutnya, pada persidangan ke-8 tersebut, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin dihadirkan sebagai saksi. Namun, saat persidangan berlangsung, tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak berfokus pada substansi materi yang diterangkan saksi, dan bahkan dalam menggali informasi dari saksi cenderung mengaitkan dengan hal-hal yang tidak pantas.

Baca juga:   Hampir Tiga Bulan Ditahan, Ahok Perbanyak Baca Buku Agama

Menurut Ketua Umum Dewan Tanfiziyyah PBNW, Muhammad Zainul Majdi menyatakan, bahwa perlakuan tim pengacara Ahok terhadap Kiai Ma’ruf Amin dalam kapasitasnya sebagai saksi adalah penistaan yang berbahaya.

“Perlakuan tidak senonoh mereka adalah penistaan yang berbahaya, mengingat KH Ma’ruf Amin adalah ulama Islam dan sekaligus Rais Aam Dewan Mustasyar Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama (PBNU), hal itu merupakan salah satu bukti serangan sistemik terhadap Islam,” kata Muhammad Zainul Majdi, dalam pernyataan resminya, Jumat 3 Februari 2017 kemarin.

Baca juga:   Gubernur DKI Sebut Simpang Susun Semanggi Buah Kecermatan Ahok

Lebih lanjut, ditegaskan Muhammad Zainul Majdi, karena itu PBNW menyerukan kepada seluruh umat Islam dimanapun berada untuk selalu mewaspadai berbagai ancaman terhadap NKRI, MUI, dan Ormas Islam serta para ulamanya.

Selanjutnya, kata Muhammad Zainul Majdi, agar masyarakat dan organisasi sehingga meningkatkan diri dan selalu siap siaga memberikan pembelaan dengan sebaik-baiknya.

“Kita juga harus berpegang teguh kepada ajaran agama, konstitusi negara serta para ulama dan pemimpin umat. Juga harus memelihara ukhuwah dan mengutamankan kemaslahatan bersama,” tandas Muhammad Zainul Majdi.

SUMBERRepublika.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini