Nusron Wahid: Masalah Jangan Diperpanjang, Ahok dan KH Ma’ruf Amin Sudah Saling Memaafkan

Nusron Wahid salah satu Ketua PBNU, dirinya juga membantah isu GP Ansor yang akan menggrebek rumah lembang, GP Ansor taat hukum.

JAKARTA, harianpijar.com – Nusron Wahid salah satu Ketua PBNU meminta agar masalah pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada sidang ke-8 kasus dugaan penodaan agama, yang dianggap menyinggung Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin tidak diperpanjang. Lain itu, dikarenakan kedua pihak sudah saling maaf memaafkan.

Menurut Nusron Wahid, Pak Ahok sudah minta maaf dan KH Ma’ruf Amin juga sudah memaafkan. Sementara, yang bermasalah sudah saling memaafkan, ya sudah Alhamdulillah ya. “Artinya masalah selesai,” kata Nusron Wahid di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 3 Februari 2017.

Selanjutnya, ditegaskan Nusron Wahid, kita berusaha meyakinkan kepada orang supaya letupannya nggak berarti. Karena yang mau kita letupin apa. “Yang minta maaf dan memaafkan sudah selesai,” tegas Nusron Wahid.

Baca juga:   Djarot Saiful Hidayat: Tanggung Jawab Makin Besar, Jalankan Dua Fungsi

Lebih lanjut, juga dikatakan Nusron Wahid, dirinya juga membantah isu GP Ansor yang akan menggrebek rumah lembang. Menurutnya GP Ansor taat hukum.

“Nggak ada tradisi Banser itu ngegruduk. Banser taat hukum, saya tahu karakternya,” jelas Nusron Wahid yang juga mantan Ketua Umum GP Ansor ini.

Sebelumnya diberitakan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah menyampaikan permintaan maaf kepada KH Ma’ruf Amin yang juga merupakan Rais Aam PBNU, atas pernyataannya dalam persidangan. Sedangkan, basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan permintaan maaf itu dalam pernyataan tertulis maupun video.

Baca juga:   Pilkada DKI, Ketua MUI: Presiden Meminta Ulama Ikut Andil Untuk Menjaga Situasi Kondusif

Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan permintaan maaf karena dianggap menyudutkan Ma’ruf Amin yang pada Selasa 31 Januari 2017 bersaksi dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama.

Sementara, permintaan maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disambut oleh KH Ma’ruf Amin. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin menghargai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang meminta maaf karena dinilai menyudutkannya dalam persidangan kasus penistaan agama kemarin.

“Ya, harus dimaafkan kalau memang minta maaf,” kata Ma’ruf Amin, di kediamannya, Rabu 1 Februari 2017 baru lalu.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar