Penulis Biografi KH. Ma’ruf Amin, Ahmad Baso: Diminta Semua Pihak Waspadai Politisasi Oleh Orang Dekat SBY

Ahmad Baso yang juga salah satu tokoh Nahdlatul Ulama, orang-orang sekitar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah matang dalam politisasi agama sejak almarhum Abdurrahman Wahid masih menjadi Presiden RI.

JAKARTA, harianpijar.com – Ahmad Baso penulis buku biografi KH Ma’ruf Amin meminta semua pihak untuk mewaspadai upaya politisasi terhadap sosok Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin.

Hal tersebut, khususnya terkait permasalahan yang didorong berlarut-larut antara KH Ma’ruf Amin dengan Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut Ahmad Baso yang juga salah satu tokoh Nahdlatul Ulama, mengatakan, hati-hati sahabat. Karena, menurutnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin, dan sudah dimaafkan juga oleh Rais Aam NU tersebut. Namun, isu masih berusaha untuk terus dilanjutkan.

Baca juga:   Bantah Pengungkapan Isu Kudeta Partai Demokrat Disutradarai SBY, Begini Kata Andi Arief

Lebih lanjut, ditegaskan Ahmad Baso, dirinya menduga bahwa pelaku upaya memanaskan hubungan itu adalah orang-orang di sekitar Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Karena, menurutnya, orang-orang sekitar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah matang dalam politisasi agama sejak almarhum Abdurrahman Wahid masih menjadi Presiden RI.

“Juga punya uang tidak terbatas,” kata Ahmad Baso yang juga mantan Komisioner Komnas HAM periode 2007-2012 itu, dalam keterangannya, Jumat 3 Februari 2017.

Baca juga:   PDI Perjuangan: Belum Berniat Mendukung Wacana Hak Angket Penyadapan

Selanjutnya, juga menurut Ahmad Baso, dirinya menganalisa sosok KH Maruf Amin berusaha dipolitisasi, karena sosok sebelumnya yakni Rizieq Shihab sudah menjadi ‘kartu mati’. Khususnya setelah munculnya banyak kasus terkait yang bersangkutan.

“Kartu FPI sudah mati sejak banyak kasus menumpuk di Kepolisian. Tinggal mainkan kartu massa NU lewat settingan KH Ma’ruf Amin. Efeknya dahsyat kalau ‘digoreng’ tiap hari,“ tandas Ahmad Baso yang juga aktif sebagai Wakil Ketua Lakpesdam NU itu.

SUMBERBeritasatu.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini