Terkait Kasus Dugaan Korupsi e-KTP, Mantan Ketua DPR Ade Komarudin Diperiksa KPK

Mantan Ketua DPR RI Ade Komarudin, sudah disampaikan semua yang saya tahu, tapi urusan aliran dana seperti itu saya tidak tahu.

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Ketua DPR RI Ade Komarudin, hari ini Jum’at 3 Februari 2017, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selama 4 jam menjalani pemeriksaan, Ade Komarudin ditanya oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seputar kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Menurut anggota Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin, dirinya diminta keterangan menyangkut e-KTP, mengenai yang saya tahu, dan yang saya tahu cuma sedikit. “Tentu saya jelaskan ke penyidik dengan baik,” kata Ade Komarudin usai diperiksa di Gedung KPK, Jum’at 3 Februari 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Ade Komarudin, bahwa dirinya tidak mengetahui adanya aliran dana yang diterima anggota DPR dalam proyek pengadaan e-KTP.

Baca juga:   Wagub Minta Semua Pihak Berprasangka Baik Terkait Pemanggilan Anies oleh KPK

“Saya sudah sampaikan semua yang saya tahu, tapi urusan aliran dana seperti itu saya tidak tahu,” tegas Ade Komarudin.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selain Ade Komarudin juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap beberapa mantan anggota DPR. Diantaranya adalah Chairuman Harahap dan Yasonna H Laoly yang kini menjabat Menteri Hukum dan HAM.

Sebelumnya diberitakan, dalam kasus ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman sebagai tersangka.

Baca juga:   Pukat UGM: Presiden Dinilai Hanya Cari Alasan Tidak Keluarkan Perppu KPK

Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), proyek pengadaan KTP elektronik tersebut senilai Rp 6 triliun. Tetapi, kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 2 triliun.

Lain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga kerugian negara tersebut tidak hanya ditimbulkan oleh Irman dan Sugiharto.

Bahkan sebelumnya, penyidik KPK juga memanggil mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan beberapa anggota DPR RI yang pernah terlibat dalam proyek e-KTP, salah satunya adalah Setya Novanto yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

SUMBERKompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini