Untuk Buktikan Tuduhan Penyadapan, Kepolisian Diminta Periksa Alat Telekomunikasi Termasuk HP SBY

Pengamat Intelijen Ridlwan Habib, Polisi perlu melakukan cek total HP Pak SBY, dilihat secara menyeluruh, untuk mendeteksi bug atau bad malware yang mungkin saja ada di HP itu.

JAKARTA, harianpijar.com – Untuk membuktikan apakah memang ada penyadapan atau tidak, kepolisian diminta untuk dapat memeriksa seluruh sarana telekomunikasi, termasuk telepon genggam mantan presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut pengamat intelijen Ridlwan Habib, mengatakan, cara menyadap bisa dengan memasukkan bug, trojan atau aplikasi malware yang membuat HP tidak aman.

“Karena itu, harus dilihat gadget Pak SBY, diperiksa apakah ada aplikasi-aplikasi yang dicurigai digunakan sebagai penyadap,” kata Ridlwan Habib, di jakarta, Kamis 2 Februari 2017 kemarin.

Lebih lanjut, ditegaskan Ridlwan Habib, saat ini metode penyadapan sudah semakin canggih. Sebuah aplikasi atau file bisa menginfeksi handphone sehingga bisa di-cloning oleh orang tidak bertanggungjawab.

“Polisi perlu melakukan cek total HP Pak SBY, dilihat secara menyeluruh, untuk mendeteksi bug atau bad malware yang mungkin saja ada di HP itu,” tegas Alumni S2 Kajian Strategi Intelijen Universitas Indonesia (UI) itu.

Baca juga:   Presiden Jokowi Mempersilahkan SBY Untuk Bertandang Ke Istana

Selanjutnya, menurut Ridlwan Habib, hasil digital forensik yang lengkap nantinya bisa membuktikan apakah HP SBY disadap atau tidak. Sehingga, nantinya berbagai tuduhan yang semakin liar dapat dihindari.

“Jika Pak SBY menuntut keadilan, saya kira Polri tanpa harus menunggu laporan harus melakukan uji forensik digital terhadap handphone yang digunakan Pak SBY, terutama HP yang digunakan saat komunikasi dengan Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin,” jelas Ridlwan Habib.

Sementara, juga dikatakan, Ridlwan Habib, cara lain penyadapan bisa juga dilakukan dengan cara memasang alat sadap di rumah atau kantor. Hal ini pernah dilakukan terhadap Jokowi saat menjabat sebagai gubernur DKI 2013. Saat itu, ada tiga alat sadap yang ditemukan di rumah dinas Jokowi sebagai Gubernur.

Baca juga:   AHY Di-bully Usai Bertemu Jokowi, SBY: Kita Tahu dari Mana Serangan Itu Berasal

“Polisi bisa juga dibantu oleh aparat negara yang mempunyai kemampuan sweeping alat penyadap, juga perlu melakukan cek total kediaman Pak SBY di Puri Cikeas,” kata Ridlwan Habib.

Lain itu, alat sadap bisa disamarkan dalam bentuk apa saja. Pada kejadian penyadapan di rumah dinas Jokowi 2013, alat sadap ditemukan ditempel menggunakan lem.

“Sekali lagi, ini bukan delik aduan, jadi tanpa harus menunggu pak SBY, Polri bisa melakukan sweeping di Puri Cikeas untuk memastikan apakah rumah Pak SBY steril atau tidak dari alat sadap,” tandas Ridlwan Habib yang juga merupakan koordinator Indonesia Intelligence Institute itu.

SUMBERBeritasatu.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini