Taman Satwa Kota Bengkulu Ditutup, 3 Buaya Terancam Mati Karena Kurang Mendapat Makanan

Kasubag Tata Usaha BKSDA Bengkulu, Mahfud mengatakan, sebelum ada pihak yang akan merawat 3 ekor buaya yang ada di Taman Satwa, sekarang pihaknya bertanggungjawab untuk memberikan makan satwa tersebut.

BENGKULU, harianpijar.com – Tiga ekor buaya yang masih berada dalam Taman Satwa Kota Bengkulu, terancam mati. Pasalnya, ketiga ekor buaya tersebut kurang mendapatkan pasokan makanan. Hal tersebut, terkait ditutupnya Taman Satwa Kota Bengkulu, belum lama ini oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu.

Lain itu, diketahui sampai sekarang satwa tersebut belum dapat direlokasi ke tempat lain setelah Taman Satwa Kota Bengkulu ditutup. Sedangkan belasan satwa lainnnya yang ada di Taman Satwa Kota Bengkulu selama ini, sudah direlokasi ke salah satu taman satwa di Provinsi Bali.

Menurut salah seorang pedagang di sekitar Taman Satwa Kota Bengkulu Asdi (37) mengatakan, dirinya khawatir atas 3 ekor buaya yang masih berada di Taman Satwa akan mati karena kurang makan.

“Karena tidak ada kejelasan instansi mana yang bertanggungjawab merawat buaya ini setelah Taman Satwa ditutup,” kata Asdi (37), di Bengkulu, Rabu 1 Februari 2017.

Lebih lanjut, Asdi (37) juga mengatakan, sejak taman ini ditutup tidak ada lagi orang datang untuk melihat beberapa jenis satwa yang ada di taman tersebut. Sebab, sebagian besar sudah direlokasi ke tempat lain kecuali buaya.

“Informasinya pihak BKSDA Bengkulu, sudah menawarkan ke beberapa taman satwa di Tanah Air, untuk merawat buaya tersebut, tapi tidak ada yang bersedia, makanya 3 ekor buaya tersebut belum direlokasi,” jelas Asdi.

Sementara, menurut Kasubag Tata Usaha BKSDA Bengkulu, Mahfud mengatakan, sebelum ada pihak yang akan merawat 3 ekor buaya yang ada di Taman Satwa, sekarang pihaknya bertanggungjawab untuk memberikan makan satwa tersebut.

Lebih lanjut, juga ditegaskan Mahfud, BKSDA Bengkulu akan bertanggungjawab memberi makan 3 ekor buaya di Taman Satwa Kota Bengkulu tersebut, sampai ada pihaknya yang bersedia merawatnya.

“Kita sudah menawarkan ke beberapa taman satwa yang ada di Tanah Air untuk merawat 3 ekor buaya tersebut, tapi belum ada, termasuk taman satwa di Lampung,” tegas Mahfud.

Karena itu, BKSDA Bengkulu terpaksa akan merawat buya tersebut, sampai ada orang yang siap memeliharanya. “Sebenarnya sudah ada orang Bengkulu, yang bersedia merawat buaya tersebut, tapi masih kita pertimbangkan,” kata Mahfud.

Lain itu, menurut Mahfud, pihaknya menjamin buaya tersebut, tidak akan mati karena kurang makan, karena setiap hari BKSDA Bengkulu menyiapkan makanan satwa tersebut.

“Kita jamin tidak akan kelaparan buaya tersebut, karena setiap hari kita berikan makan,” jelas Kasubag Tata Usaha BKSDA Bengkulu itu.

Sebelumnya diketahui, taman satwa ini ditutup Pemerintah Kota Bengkulu, karena pendapatan dari para pengunjung dalam beberapa tahun terakhir terus merosot, sehingga tidak mampu menutupi biaya operasional. Khususnya biaya operasiona untuk memberikan makan satwa yang ada di dalam taman tersebut.

Sementara, anggaran APBD Pemkot Bengkulu untuk biaya operasional taman satwa tersebut, setiap tahun terus berkurang.

Karena itu, pengelolah kesulitan biaya operasional dan diputuskan mulai Januari 2017 ini, Pemerintah Kota bengkulu melalui Dinas teknisnya menutup taman tersebut, dan satwa yang ada dikembalikan ke BKSDA Bengkulu.

SUMBERBeritasatu.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini