Tim Kuasa Hukum Ahok Janji Akan Tunjukkan Bukti Telepon SBY-Ketua Umum MUI Dalam Sidang

Humphrey R. Djemat, kami mendahulukan proses hukum yang ada di pengadilan agar semuanya menjadi barang bukti dan alat bukti, itu yang kami utamakan.

JAKARTA, harianpijar.com – Tim kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), akan menunjukkan bukti telepon antara Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin dan mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam persidangan.

Selain itu, anggota tim kuasa hukum Ahok, Humprey R. Djemat, menolak membeberkan buktinya kepada wartawan.

Menurut Humphrey R. Djemat, mengenai soal buktinya nanti kami akan melalui proses hukum di pengadilan ya, kami enggak bisa kemukakan di sini. Karena tidak boleh mendahului proses di pengadilan.

Namun, Humphrey R. Djemat enggan menyebutkan dalam persidangan kapan dirinya dan tim kuasa hukum lainnya akan menyampaikan bukti tersebut.

Sebelumnya, dalam persidangan, kuasa hukum Ahok menyebut SBY menelepon Ma’ruf pada 6 Oktober 2016.

Baca juga:   Ini Alasan Ahok Ingin Cabut Laporan Kasus Penghinaan di Polda Metro Jaya

Lebih lanjut ditegaskan Humphrey R. Djemat, dalam percakapan telepon itu, SBY meminta Ma’ruf Amin menerima anaknya yang juga calon gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono, di Kantor PBNU.

Selahjutnya, juga menurut Humphrey R. Djemat, SBY meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa terkait kasus penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Tetapi, Ma’ruf Amin membantah hal tersebut. Ma’ruf yang juga menjabat Rais Aam PBNU itu menolak disebut mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dengan Sylviana Murni.

Sedangkan, kuasa hukum Ahok, Humphrey R. Djemat, juga menolak menyebut bentuk barang bukti percakapan antara SBY dengan Ma’ruf Amin.

Baca juga:   Polri: Yang Berwenang Melakukan Pemindahan Penahanan Ahok Ada Pada Jaksa

“Kami mendahulukan proses hukum yang ada di pengadilan agar semuanya menjadi barang bukti dan alat bukti, itu yang kami utamakan. Sekarang kami minta maaf kalau kami sampaikan, kami mendahului apa yang seharusnya dilakukan kepada majelis hakim dan itu tidak boleh,” kata Humphrey R. Djemat dalam keterangan pers di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa 31 Januari 2017 kemarin.

Selain itu, juga ditegaskan, Humphrey R. Djemat, pihaknya menyinggung hal tersebut dalam persidangan pada Selasa 31 Januari 2017 untuk mengonfirmasikannya kepada Ma’ruf Amin.

Lain itu, dirinya tidak menginginkan kasus ini bersifat politis. “Ini memang perlu ditanyakan kepada saksi Ma’ruf Amin,” tandas Humphrey R. Djemat.

SUMBERKompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini