Sidang-Ke-8-Ahok
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok, dirinya mengaku telah mengantongi bukti Ma'ruf Amin terlibat pertemuan dengan salah satu cagub DKI.

JAKARTA, harianpijar.com – Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan kesaksian Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin tidak objektif.

Selain itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuding Ma’ruf Amin berupaya menutupi jati diri kalau pernah menjadi dewan pertimbangan presiden (Wantimpres) Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut gubernur DKI non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut ada kecenderungan Ma’ruf Amin menyudutkan, karena terikat dengan salah satu pasangan calon gubernur di Pilkada DKI.

“Setelah dibuktikan, kemudian meralat tanggal 7 Oktober bertemu pasangan calon (gubernur). Jelas itu untuk menutupi riwayat hidup pernah menjadi Wantimpres SBY,” kata Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di ruang sidang, Jakarta, Selasa 31 Januari 2017.

Lebih lanjutt, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga mengaku telah mengantongi bukti Ma’ruf Amin terlibat pertemuan dengan salah satu cagub DKI. Lain itu, dirinya tak segan untuk membukanya di persidangan untuk membuktikan bahwa Ma’ruf Amin tidak objektif memberikan kesaksian.

“Artinya, saudara saksi sudah tidak pantas jadi saksi, karena sudah tidak objektif. Saudara saksi ngotot di depan hakim bahwa tidak berbohong, kami akan proses secara hukum saksi. Untuk membuktikan,” kata Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sementara, Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin menyangkal tuduhan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Lain itu, Ma’ruf Amin mengatakan, kesaksiannya tidak terkait dengan pertemuan cagub DKI.

“Saya keberatan dianggap mendukung cagub. Padahal tidak ada kaitannya. Soal pasangan cagub kunjungan ke PBNU itu enggak ada hubungannya dengan dukung mendukung. Tidak ada hubungan dengan calon mana pun,” kata Ma’ruf Amin.

loading...