Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, penetapan tersangka didasarkan pada fakta yang dipaparkan dalam gelar perkara dan sesuai koridor hukum.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat telah menetapkan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyandang status tersangka kasus dugaan penistaan Pancasila. Lain itu, Polri juga membantah penetapan tersangka Rizieq Shihab terkesan tergesa-gesa.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, polisi menetapkan tersangka Rizieq Shihab merujuk hasil proses gelar perkara oleh penyidik Polda Jawa Barat.

“Ini adalah proses hukum yang melalui mekanisme hukum, melalui prosedural dalam penetapan tersangka. Tidak juga terburu-buru,” kata Irjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Selasa 31 Januari 2017.

Lebih lanjut, Irjen Pol Boy Rafli Amar, menegaskan, penetapan tersangka didasarkan pada fakta yang dipaparkan dalam gelar perkara. Penetapan tersangka Rizieq Shihan sesuai koridor hukum.

“Tentu semua pihak kita ajak untuk menghormati hukum. Mekanisme hukum di negara kita lah yang kita jalankan,” tegas Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Sedangkan, menurut Irjen Pol Boy Rafli Amar, nantinya penyidik tidak akan bekerja sendiri. Setelah surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dan nama tersangka dilayangkan ke kejaksaan, polisi dan jaksa penuntut umum akan berkoordinasi menangani kasus tersebut.

“Jadi harus terukur, tetapi penetapan itu merupakan langkah prosedural. Di dalam penetapan tersangka yang sudah dilakukan tiga kali gelar perkaranya,” tandas Irje Pol Boy Rafli Amar.

Diketahui, Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penodaan Pancasila. Lain itu, penyidik meminta keterangan 18 saksi dalam gelar perkara ketiga, Senin 30 Januari 2017 dan penetapan status dilengkapi sejumlah alat bukti.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, penetapan status tersangka terkait dengan laporan yang disampaikan putri Proklamator, Sukmawati Soekarnoputri, ke Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, juga menurut Kombes Pol Yusri Yunus, pihak Mabes Polri melimpahkan penyelidikan kasus ke Mapolda Jabar. Hal ini disebabkan lokasi kejadian yang dilaporkan itu berada di Jawa Barat.

“Bukti lain seperti film (video) sesuai dengan laporan Sukmawati Soekarnoputri sudah diperiksa oleh puslabfor dan itu asli,” tandas Kombes Pol Yusri Yunus.

Sedangkan, dalam video tersebut, terdapat bangunan menyerupai Gedung Sate yang lekat dengan Kota Bandung, Jawa Barat. Hal itu, yang menjadi alasan pelimpahan penyelidikan kasus ke Mapolda Jabar.

loading...