Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Sugito Atmo Pawiro, itu terlalu berlebihan, karena yang dikritisi Rizieq Shihab bukan lambang negara tapi usulan Bung Karno soal Pancasila.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menetapkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, sebagai tersangka.

Rizieq Shihab diduga menistakan lambang negara Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Menurut Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Sugito Atmo Pawiro menganggap berlebihan jika Rizieq Shihab sampai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Itu terlalu berlebihan. Karena yang dikritisi Rizieq Shihab bukan lambang negara tapi usulan Bung Karno soal Pancasila,” kata Sugito Atmo Pawiro, Senin 30 Januari 2017 malam.

Lebih lanjut, Sugito Atmo Pawiro mengatakan, rumusan awal Pancasila dikemukakan pertama kali oleh Sukarno pada 1 Juni 1945. Saat itu, urutan Pancasila dalam rumusan tersebut yakni, 1. Kebangsaan Indonesia; 2. Internasionalisme atau perikemanusiaan; 3. Mufakat atau demokrasi; 4. Kesejahteraan sosial; 5. Ketuhanan yang Maha Esa.

Selanjutnya, Sugito Atmo Pawiro, karena itu Rizieq Shihab mempermasalahkan rumusan yang diusulkan Soekarno karena “Ketuhanan yang Maha Esa” jadi sila kelima.

“Itu yang oleh Rizieq Shihab disebut sila buntut. Jadi bagi saya, kalau itu usulan dan belum dijadikan rumusan yang jadi dasar negara kita, itu bukan lambang negara,” jelas Sugito Atmo Pawiro.

Sementara, menurut Sugito Atmo Pawiro, faktanya yang berlaku sekarang yaitu rumusan yang telah direvisi pada 18 Agustus 1945 dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Lain itu, jika dianggap menghina dasar negara semestinya berkaitan dengan Pancasila yang urutannya seperti sekarang.

Karena itu, dirinya menganggap penetapan Rizieq Shihab sebagai tersangka tidak relevan. Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara pada Senin malam di Polda Metro Jaya.

Rizieq Shihab diijerat Pasal 154a dan 320 KUHP dengan ancaman hukuman paling berat 4 tahun penjara.

Sementara, menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus memastikan keputusan tim penyidik dalam penetapan tersangka sudah sesuai prosedur. Lain itu, Total saksi yang dihadirkan dalam kasus ini sebanyak 18 orang.

“Kita ada saksi ahli dari saksi ahli bahasa, saksi ahli sejarah, saksi ahli filsafat, dan saksi ahli pidana yang menguatkan unsur-unsur yang masuk dalam hal penistaan lambang negara,” kata Kombes Pol Yusri Yunus.

Selanjutnya, juga ditegaskan Kombes Pol Yusri Yunus, memastikan video ceramah Rizieq Shihab di Lapangan Gasibu Bandung yang dijadikan alat bukti adalah asli.

Dalam proses pemeriksaan, Rizieq Shihab mengatakan, orang dalam rekaman tersebut bukan dirinya. Selain itu, dirinya juga menuding rekaman tersebut sudah dimanipulasi.

Diketahui, keterangan yang menguatkan bukti rekaman tersebut juga didapatkan dari saksi-saksi panitia penyelenggara kegiatan ceramah hingga instansi pemberi izin keramaian, seperti Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung.

SUMBERKompas.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR