Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, membantah bahwa pihak kepolisian sengaja melindungi Munarman dari kejaran wartawan, ssebagai penegak hukum enggak ada untungnya seperti itu, yang penting lancar pemeriksaan.

DENPASAR, harianpijar.com – Setelah menjalani pemeriksaan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Bali, Senin 30 januari 2017, mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman, menghindar dari wartawan.

Lain itu, pemeriksaan Munarman dilaksanakan mulai pukul 11.00 hingga 19.00, di lantai tiga dan Munarman turun melewati tangga terpisah dari para kuasa hukumnya. Diketahui, jalur yang dilewati Munarman melalui tangga di ujung gedung. Sedangkan para kuasa hukum melewati tangga yang berada tepat di tengah gedung.

Selanjunya, Tim kuasa hukum Munarman lebih dulu turun, kemudian berbicara di hadapan wartawan. Namun, tidak lama saat para wartawan sibuk mewawancarai tim kuasa hukum, Munarman turun dan dikawal anggota kepolisian.

Sementara, saat setelah menuruni tangga, Munarman langsung bergegas melarikan diri dari kejaran para wartawan. Dirinya enggan berbicara dengan awak media. “Hus…,” ucapnya sambil lari menuju mobil. Lain itu, terlihat Munarman menolak berhadapan dengan para wartawan.

menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali AKBP Hengky Widjaja mengatakan, tidak mengetahui rencana Munarman turun melewati tangga terpisah dengan tim kuasa hukumnya.

“Itu maunya dia (Munarman-red) atau polisi, saya enggak tahu. Kenapa kok seperti itu?” kata AKBP Hengky Widjaja.

Lebih lanjut, AKBP Hengky Widjaja, juga membantah bahwa pihak kepolisian sengaja melindungi Munarman dari kejaran wartawan. “Kami sebagai penegak hukum enggak ada untungnya seperti itu, yang penting lancar (pemeriksaan-red),” jelas AKBP Hengky Widjaja.

Sebelumnya diketahui, Munarman dilaporkan ke Polda Bali oleh tokoh-tokoh lintas agama di Bali pada Senin, 16 Januari 2017. Lain itu, mantan juru bicara FPI itu diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016.

Laporan itu bermula saat Munarman dianggap membuat tuduhan sepihak terhadap pecalang (petugas keamanan adat di Bali). Ucapan Munarman itu ada dalam rekaman video berdurasi 1:24:19 pada 16 Juni 2016. Video itu diunggah ke YouTube dengan judul Heboh FPI Sidak Kompas.

SUMBERTempo.co
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR