Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, kami tidak berikan STTP, jadi kami tidak izinkan. Kalau masih ada massa turun aksi, akan kami bubarkan.

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menagih perkembangan kasus SMS misterius yang membuatnya dihukum atas pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Lain itu, Antasari Azhar juga sempat mengutarakan niatnya untuk datang ke Polda Metro Jaya untuk menagih.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, terkait kasus tersebut mempersilakan Antasari Azhar untuk datang. Selain itu, polisi menunggu adanya barang bukti baru terkait kasus yang sudah dilaporkan sejak 2011 lalu itu.

“Jadi untuk kasus Pak Antasari Azhar, kalau mau ke Polda Metro silakan saja. Kita dengan tangan terbuka akan menerima. Yang terpenting kita masih menunggu ada barang bukti baru yang diberikan oleh pelapor,” kata Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta, Senin 30 Januari 2017.

Lebih lanjut, juga ditegaskan Kombes Pols Argo Yuwono, saat ini alat bukti yang dipunya oleh kepolisian masih kurang. Sehingga menunggu adanya barang bukti dari pihak pelapor.

“Ya, kendalanya itu Saja. Alat bukti masih kurang, kita masih menunggu,” tegas Kombes Pol Argo Yuwono.

Selanjutnya, menurut Kombes Pol Argo Yuwono, saat ini polisi baru memegang bundel fotokopi sebagai barang bukti. Namun, dirinya enggan menyebutkan secara detail isi dari fotokopi yang dimaksudnya.

Sementara, Kombes Pol Argo Yuwono, menjelaskan, Polisi akan mengecek keabsahan bundel fotokopi tersebut. Selain itu, pihaknya menunggu adanya barang bukti baru untuk segera kembali dilakukannya penyelidikan.

“Jadi, barang bukti yang diberikan pada polisi hanya bundelan fotokopi yang kita belum tahu keabsahannya. Hanya bundelan fotokopi saja,” jelas Kabid Humas Polda Metro jaya itu.

Selain itu, menurut Kombes Pol Argo Yuwono, kan namanya fotokopi, kita perlu kebenaran fotokopi ini. Ini perlu dicek keasliannya dengan yang asli seperti apa, kita masih menunggu dari pelapor saja. “Harapan segera mendapatkan alat bukti baru unyuk segera kita selidiki,” kata Kombes Pol Argo Yuwono.

Diketahui, SMS misterius itu diterima Nasrudin Zulkarnaen dan SMS itu berbunyi: Maaf permasalahan ini hanya kita saja yang tahu. Kalau sampai terbongkar, Anda tahu konsekuensinya. Selanjutnya, tidak lama setelah itu Nasrudin tewas tertembus peluru.

Sedangkan, menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) SMS itu dinilai penyidik sebagai SMS dari Antasari Azhar, namun di persidangan jaksa tidak bisa membuktikan asal mula SMS tersebut. Antasari Azhar telah meminta ahli IT ITB bersaksi dan menyatakan SMS itu bukanlah dari Antasari Azhar tapi dalil tersebut dikesampingkan hakim.

loading...