Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, status hukum Rizieq Shihab ditingkatkan setelah Polda Jawa Barat melakukan gelar perkara ketiga dalam kasus tersebut.

BANDUNG, harianpijar.com – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan lambang negara, Pancasila, dan pencemaran nama baik Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pada Senin 30 Januari 2017.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, bahwa status hukum Rizieq Shihab ditingkatkan setelah Polda Jawa Barat melakukan gelar perkara ketiga dalam kasus tersebut.

“Dari saksi terhadap Rizieq Shihab kita naikkan status hukumnya menjadi tersangka,” kata Kombes Pol Yusri Yunus, di Markas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Senin 30 Januari 2017 sore.

Sebelumnya diketahui, Rizieq Shihab dilaporkan dengan Pasal 154a KUHP tentang penodaan terhadap lambang negara dan Pasal 320 KUHP. Penyidikan dilakukan Polda Jabar setelah Rizieq Shihab dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri pada Kamis 27 Oktober 2016.

Menurut Sukmawati Soekarnoputri, dirinya tidak terima terhadap pernyataan Rizieq Shihab yang dianggap telah melecehkan Pancasila. Apalagi Soekarno adalah salah seorang yang merumuskan Pancasila.

Lain itu, pernyataan Rizieq Shihab tidak pantas dilontarkan oleh seorang pimpinan sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang basis massa relatif besar.

Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polda Jabar.

SUMBERKompas.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR