Calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut satu Sylviana Murni, tidak pernah, kata siapa itu. Itu fitnah yang keji.

JAKARTA, harianpijar.com – Calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut satu Sylviana Murni mengatakan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melontarkan fitnah keji karena menuding dirinya pernah didemosi atau diturunkan menjadi staf saat masih bertugas di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Sylviana Murni menyebut, pernyataan mantan bosnya itu sama sekali tidak berdasar.

“Tidak pernah, kata siapa itu. Itu fitnah yang keji,” kata Sylviana Murni saat ditemui di kediaman BJ Habibie, Minggu, 29 Januari 2017.

Lebih lanjut, juga menurut Sylviana Murni, karier birokrasi yang dia jalani selama 31 tahun tidak pernah sekalipun mengalami kemunduran. Kariernya bahkan terus maju, tidak pernah ada demosi, hingga pernah menjadi orang kepercayaan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Tak pernah, karier saya jalan terus,” kata Sylviana Murni sambil langsung memasuki mobilnya dan meninggalkan area kediaman Habibie.

Sementar, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebelumnya berkomentar tentang masa lalu Sylviana Murni yang menjadi lawannya di Pilkada DKI Jakarta.

Saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan, dalam perjalanan kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Sylviana Murni pernah distafkan ketika lembaga bernama Badan Pembinaan Pendidikan dan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) masih ada.

Karena itu, menurut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hal itu disebabkan ada kesalahan besar yang dilakukan Syllviana Murni. Namun Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) enggan menyebutkan secara spesifik kesalahan tersebut.

Hal terebut diungkapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanggapi aksi Sylviana Murni mengacungkan jempol ke bawah ketika debat calon gubernur Jumat 27 januari 2017. Sylviana Murni melakukan hal itu menanggapi pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menganggap Syllviana Murni tidak menguasai administrasi keuangan.

Lain itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga menjelaskan, sebagai PNS Sylviana Murni terlalu banyak bermain politik. Ini terbukti saat Sylviana Murni menjadi anggota DPRD DKI Jakarta mewakili Fraksi Golkar di era Orde Baru.

Karena itu, membuat Sylviana Murni tidak fokus terhadap tugas-tugasnya sebagai birokrat. Sehingga Sylviana Murni tidak mengetahui ada perubahan dalam sistem birokrasi.

Sylviana Murni memang mengawali karier sebagai Staf/penatar BP-7 DKI Jakarta dari tahun 1985-1987. Di tengah perjalanannya sebagai Staf/penatar, Sylviana Murni pernah “banting setir” menjadi politisi dengan menjadi anggota DPRD DKI dari Golkar pada 1997-1999.

SUMBERCNNIndonesia.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR