Mensos: Panti Dilarang Menggunakan Metadon, Rehabilitasi Pengguna Narkoba

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dirinya berharap masyarakat tidak menyepelekan kemungkinan meluasnya peredaran narkoba yang berdampak ada korban.

JAMBI, harianpijar.com – Kementerian Sosial melarang panti Isntitusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) menggunakan metadon dalam merehabilitasi pengguna narkoba.

Menurut Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, pendekatan yang harus digunakan di panti IPWL adalah pola Therapeutic Commodities. Pihaknya, tidak membenarkan metadon di IPWL.

Lebih lanjut, Khofifah Indar Parawansa, dirinya berharap masyarakat tidak menyepelekan kemungkinan meluasnya peredaran narkoba yang berdampak ada korban. “Pengembangan panti IPWL ini tentu harapannya bisa menjadi solusi bagi mereka yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” kata Khofifah Indar Parawansa di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Sabtu 28 Januari 2017.

Baca juga:   Mantan Sekda dan Mantan Kabid Berantas BNN Bengkulu Ditetapkan Tersangka Penjebakan Pakai Narkoba

Selain itu, juga ditegaskan Khofifah Indar Parawansa, rehabilitasi pengguna narkoba harus diikuti peran serta keluarga untuk mengawal dan memberikan dukungan kepada korban karena itu penting bagi perkembangan kesehatan pengguna.

Lain itu, di mana pun ada penyalahgunaan narkoba, peran keluarga mengawal itu penting. Jangan pernah menganggap masalah selesai setelah korban keluar dari IPWL, sebab di luar godaannya banyak.

Baca juga:   Terjerat Narkoba, Bagaimana Nasib Ammar Zoni Kini di Sinetron "Anak Langit"?

“Pengawalan keluarga tetap dimaksimalkan,” tegas Khofifah Indar Parawansa.

Sementara, juga menurut Khofifah Indar Parawansa mengatakan, data BNN menyebutkan 40-50 warga Indonesia meninggal dunia akibat narkoba. Sebab itu semua kalangan penting mengawal dan memperhatikan hal itu, apalagi narkoba banyak dalam bentuk dan jenis yang baru.

SUMBERLiputan6.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini