Direktur IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto, pihaknya melibatkan masyarakat pemburu babi yang tentunya menguasai medan pencarian.

SUKABUMI, harianpijar.com – Dalam upaya melakukan pencarian dan penangkapan 2 orang tahanan narkoba yang melarikan diri, sejak Kamis 26 Januari 2017, personel gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polres Sukabumi, Bareskrim dan Brimob Kedunghalang, terus ditingkatkan.

Lain itu, dalam prosesnya, polisi juga melibatkan sejumlah warga setempat yang biasa memburu babi di kawasan pegunungan Sukabumi, tempat pelarian para pelaku.

Menurut Direktur IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto, mengatakan, selama 3 hari, dirinya Kasubdit I, II, V dan semua Wadir, Brimob Kedunghalang termasuk Kapolres Sukabumi semua turun melakukan pencarian.

Selain itu, juga ditegaskan Brigjen Pol Eko Daniyanto, pihaknya juga melibatkan masyarakat pemburu babi yang tentunya menguasai medan pencarian. Sedangkan, proses pencarian dibagi menjadi dua tim. Tim pertama melalui Desa Sedayu dan tim kedua di Desa Sukaati.

“Jadi hanya ada satu jalan setapak yang ujungnya di Sedayu dan Sukaati. Tim kemudian melakukan penyisiran ujung ke ujung yang bila kita tarik lurus akan bertemu di puncak bukit lereng Gunung Wayang,” kata Brigjen Pol Eko Daniyanto, di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Minggu 29 Januari 2017 dini hari.

Lebih lanjut, Brigjen Pol Eko Daniyanto, menjelaskan, tim berangkat Sabtu 28 Januari 2017, sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, sekitar pukul 15.30 WIB, tim di bawah kendali Brimob Kedunghalang menemukan jejak yang diduga ditinggalkan salah satu pelaku.

“Jejak itu berupa selimut, dan pacul. Setelah kita telusuri ternyata itu milik salah seorang buruan kita yaitu Cai Chang alias Anthoni. Dia kita sergap dan kita minta untuk menunjukkan di mana posisi rekannya,” tegas Brigjen Pol Eko Daniyanto.

Selanjutnya, juga menurut Brigjen Pol Eko Daniyanto, pada pukul 18.00 WIB, personel gabungan kembali menemukan seorang pelaku lagi yaitu Amirudin alias Amir. Namun, saat dilakukan penangkapan Amir berusaha melarikan diri. Karena, tidak mau kehilangan buruannya, polisi terpaksa memuntahkan timah panas hingga otak pengendali narkoba jenis ganja ini meninggal dunia.

“Dia paling berbahaya, dia yang melukai polisi saat penyergapan pertama di Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal. Dari awal kita sudah mewanti-wanti personel untuk hati-hati,” jelas Brigjen Pol Eko Daniyanto.

Sementara, kata Brigjen Pol Eko Daniyanto, saat ini total tersangka yang berhasil diamankan di Sukabumi ada 4 orang, yaitu Ridwan Ramadhan, Azizul, Cai Chang alias Anthoni dan Amirudin. Sedangkan untuk satu tersangka lagi atas nama Ridwan alias Antony alias Medan masih dalam pencarian.

“Kita targetkan 1×24 jam atau maksimal 2×24 jam yang bersangkutan akan kita tangkap. Kita mengimbau kepada yang bersangkutan untuk menyerahkan diri atau kita akan mengambil tindakan tegas,” tandas Brigjen Eko Daniyanto.

loading...