Calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut satu, Sylviana Murni, saat ini dirinya berada dalam posisi yang dirugikan atau dizalimi.

JAKARTA, harianpijar.com – Calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut satu, Sylviana Murni, tidak mau ambil pusing dengan dua kasus hukum yang tengah dihadapinya. Lain itu, dirinya mengatakan hal itu adalah ujian dan bagian dari meningkatkan kualitas dirinya.

Menurut Sylviana Murni juga menegaskan, tidak ada orang yang naik kelas tanpa ujian. Karena itu, menurutnya saat ini dirinya berada dalam posisi yang dirugikan atau dizalimi.

Namun, calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Agus Harimurti ini pun memilih memaafkan orang yang menzaliminya.

“Kalau saya laporkan tidak sempat urus itu. Saya lebih sibuk kampanye ke warga,” kata Sylviana Murni, di Wisma Proklamasi, Jakarta, Sabtu, 28 Januari 2017.

Sementara, Bareskrim Polri pada Senin, 30 Januari 2017 lusa, akan kembali memeriksa Sylviana Murni. Lain itu, pemeriksaannya terkait dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Al Fauz di kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

Diketahui, pembangunan Masjid Al-Fauz menelan anggaran Rp 32 miliar. Selain itu, pembangunan dimulai saat Sylviana Murni menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat pada 2010. Sedangkan, pemerintah menggelontorkan dana Rp 27 miliar untuk membangun masjid berdinding marmer itu.

Sementara, menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, kasus dugaan korupsi pembangunan masjid kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Al-Fauz, telah naik ke tingkat penyidikan. Namun polisi belum menentukan tersangkanya.

Lain itu, kasus kedua yang dihadapi Sylviana Murni adalah dugaan korupsi pengelolaan dana hibah Kwartir Daerah Pramuka DKI Jakarta tahun anggaran 2014 dan 2015. Diakhir 2013, Sylviana Murni yang saat itu menjabat Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Kebudayaan dan Pariwisata, terpilih sebagai Ketua Kwarda Pramuka Jakarta periode 2013-2018.

Pekan lalu, kasus dana pramuka ini juga telah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. “Untuk menemukan tersangka,” kata Kombes Pol Martinus Sitompul, di Jakarta, Rabu 25 Januari 2017.

Sementara, Sylviana Murni tidak memberikan komentar dengan rencana pemeriksaan yang dijadwalkan berlangsung Senin pekan depan. Dirinya enggan menerima wawancara dengan media usai menerima deklarasi dukungan dari Forum Komunikasi Lembaga Dakwah (FKLD).

Sedangkan, menurut wakil ketua Tim Pemenangan pasangan Agus-Sylvi, Hatta Rajasa mengapresiasi dukungan dari 48 organisasi massa Islam yang tergabung dalam FKLD. “Ini patut disyukuri. Ini kekuatan yang harus dimaksimalkan,” kata Hatta Rajasa.

Pembina FKLD Sarifudin Mahfud mengklaim 48 ormas Islam terdiri dari lembaga dakwah besar yang ada di Jakarta. Beberapa diantaranya ialah Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, dan Persatuan Islam. “Kami ingin bersilaturahim sekaligus memberikan dukungan,” tandas Sarifudin Mahfud.

loading...