Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Bengkulu, Kombes Pol Benny Setiawan, kita berangkatkan ke Jakarta untuk menjalani penyidikan di kantor BNN Pusat.

BENGKULU, harianpijar.com – Mantan Bupati Bengkulu Selatan, Reskan Effendi (RE) yang menjadi tersangka dalam kasus temuan narkoba di ruang kerja Bupati Dirwan Mahmud, ditahan penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jakarta.

Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Bengkulu, Kombes Pol Benny Setiawan, membenarkan hal tersebut. “Iya, RE kita berangkatkan ke Jakarta untuk menjalani penyidikan di kantor BNN Pusat,” kata Kombes Pol Benny Setiawan, di Bengkulu, Jumat 27 Januari 2017.

Lebih lanjut, juga ditegaskan Kombes Pol Benny Setiawan, penahanan RE di Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta, tujuannya agar pemeriksaan dapat dilakukan secara intensif dan berjalan lancar sesuai harapan, sehingga kasus yang menjadi berita nasional ini segera menemui titik terang.

Lain itu, tahap pertama tersangka RE akan menjalani tahanan selama 20 hari di kantor BNN Pusat, guna untuk memperlancar proses penyidikan. “Jika proses penyidikan belum selesai pada 20 hari pertama, masa penahanan tersangka bisa diperpanjang lagi dalam waktu yang sama,” tegas Kombes Pol Benny Setiawan.

Selanjutnya, juga menurut Kombes Pol Benny Setiawan, penahanan mantan Bupati Bengkulu Selatan ini, tidak ada maksud lain kecuali memperlancar proses penyidikan terkait kasus temuan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud pada bulan Mei lalu.

Sementara, dalam kasus ini, penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Bengkulu telah menetapkan empat orang tersangka, termasuk mantan Bupati Bengkulu Selatan, RE. Sedangkan RE (Riskan Effendi alias Pak Bowo-red) ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat langsung dalam kasus konspirasi politik tersebut.

Selain itu, Kombes Pol Benny Setiawan, menegaskan, tersangka RE sakit hati dengan Bupati Dirwan Mahmud karena kalah dalam kontestasi pilkada serentak pada 2015 lalu, sehingga diduga menyuruh orang lain memasukan narkoba ke ruang kerja Bupati Dirwan Mahmud dengan harapan gagal dilantik menjadi kepala daerah setempat.

Keempat tersangka itu, tiga tersangka di antaranya merupakan oknum PNS. Bahkan, satu orang tersangka sebagai mantan pegawai BNN Provinsi Bengkulu.

“Satu di antara tersangka mantan pegawai BNN Bengkulu, tapi saya belum bisa menyebutkan idenitasnya masih dalam proses penyidikan,” tegas Kombes Pol Benny Setiawan.

Sedangkan, menurut Kombes Pol Benny Setiawan, 3 dari 4 tersangka saat ini ditahan di salah satu lapas di Bengkulu. Sementara tersangka RE ditahan di BBN Pusat untuk kelancaran proses penyidikan yang bersangkutan.

“Untuk sementara ini, baru ada 4 tersangka kasus temuan narkoba di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan, yakni RE, DA, AW dan DIN. Kasus ini terus kita kembangkan untuk menjaring tersangka baru,” tandas Kombes Pol Benny Setiawan.

Sementara, terkait kasus ini, penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Bengkulu juga sudah memanggil dan memeriksa mantan Sekda Bengkulu Selatan, Rudi Zahrial dalam kapasitas sebagai saksi.

Namun, jika dalam pemeriksaan lanjutan nanti dan ada keterangan dari saksi yang bersangkutan terlibat dalam kasus tersebut, maka status Rudi Zahrial akan ditingkatkan menjadi tersangka.

Diketahui, hingga saat ini Rudi Zahrial belum ada bukti keterlibatannya dalam kasus temuan narkoba di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan tersebut. Karena itu, setelah menjalani pemeriksaan di kantor BNN Bengkulu, yang bersangkutan diperbolehkan pulang.

Berdasarkan pantuan, berbagai pihak dan tokoh masyarakat Bengkulu Selatan mendesak penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Bengkulu untuk mengungkap dalang atau aktor dari kasus tersebut.

Selain itu, mereka juga minta aktor dari kasus tersebut agar diberikan hukuman yang berat, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR