Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, semua pihak yang mengetahui ada upaya makar kemudian tidak melapor ke polisi, itu bisa dijerat tersangka, pemufakatan jahat.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro jaya akan melakukan pemeriksaan terhadap Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, jurubicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman dan petinggi GNPF MUI Bachtiar Nashir pada 1 Februari 2017 mendatang.

Menurut Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, mengatakan, ketiganya pernah hadir dalam pertemuan dengan Sri Bintang Pamungkas Cs. Karena itu, ketiganya diduga mengetahui adanya rencana makar, namun tidak melaporkannya kepada pihak berwajib.

“Tidak harus terjadi akibat dulu baru kita lakukan penyelidikan. Semua pihak yang mengetahui ada upaya makar kemudian tidak melapor ke polisi, itu bisa dijerat tersangka. Pemufakatan jahat,” kata AKBP Hendy F Kurniawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 26 Januari 2017.

Namun, jika memang benar Rizieq Shihab, Munarman, dan Bachtiar Nashir mengikuti pertemuan dengan sejumlah tersangka, dan dianggap mengetahui rencana makar, akankah mereka jadi tersangka.

Selanjutnya, juga menurut AKBP Hendy F Kurniawan, para aktivis dan tokoh nasional yang ditangkap pada Jumat 2 Desember 2016 lalu tidak memiliki massa banyak. Karena itu, mereka diduga bakal mendompleng massa aksi super damai 212 yang jumlahnya mencapai jutaan orang.

“Nanti diproses penyidikan. Nanti kan dikaji, dievaluasi dan gelar. Jadi tidak serta merta orang yang tahu dijadikan tersangka. Nanti ada pendalaman, tahunya sejauh mana,” tegas AKBP Hendi F Kurniawan.

Karena itu, menurut polisi, massa aksi 212 itu disinyalir akan digerakkan menuju gedung DPR-MPR untuk melakukan tindakan makar. Semua informasi itu nantinya akan dikonfirmasi kepada Rizieq Shihab Cs saat diperiksa sebagai saksi.

“Kita tarik semua benang merah untuk membangun ini (penyidikan kasus makar) utuh. Kenapa di tanggal 2 Desember melakukan aksinya, ini masih kita tarik proses penyidikan, tidak bisa kita ungkap, masih kita bangun semuanya,” kata AKBP Hendy F Kurniawan.

Selain itu, Polisi juga mengatakan telah memiliki bukti permulaan yang menguatkan bahwa para aktivis dan tokoh nasional yang ditangkap berupaya melakukan makar. Bukti-bukti tersebut nantinya akan dibeberkan di persidangan.

“Penyidikan kita tidak bisa share. Nanti secara utuh media bisa lihat di pengadilan. Penyidikan kita menarik semua rangkaian petunjuk, saksi, semua peristiwa kita tarik utuh, ‘ini loh ada potensi perbuatan makar di aksi 212’,” tandas AKBP Hendy F Kurniawan.

SUMBERMetrotvnews.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR