Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, penyidik segera melimpahkan berkas tersebut ke Kejaksaan dan nanti diberitahu kalau sudah dilimpahkan.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyatakan berkas kasus ujaran kebencian dengan tersangka Buni Yani, sudah selesai diperbaiki. Karena itu, berkas segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Selain itu diketahui, berkas Buni Yani ini untuk ketiga kalinya dilimpahkan ke Kejaksaan. Sebelumnya, berkas itu dikembalikan Kejaksaan ke penyidik karena dianggap belum lengkap.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan, penyidik sudah memperbaiki berkas kasus ujaran kebencian dengan tersangka Buni Yani. Lain itu, berkas juga segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Sudah diperbaiki berkasnya,” kata Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro, Kamis 26 januari 2017.

Namun, Kombes Pol Argo Yuwono, enggan merinci poin-poin yang diperbaiki. Dirinya hanya mengatakan penyidik segera melimpahkan lagi berkas tersebut ke Kejaksaan. “Ya nanti kita beritahu kalau sudah dilimpahkan lagi,” tegas Kombes Pol Argo Yuwono.

Sementara sebelumnya, Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menyebut ada beberapa item yang harus diperbaiki penyidik dalam melangkapi berkas kasus Buni Yani. “(Ada) empat item yang kita harus penuhi,” kata Kombes Pol Wahyu Hadiningrat.

Diketahui, Buni Yani merupakan pengunggah potongan video pidato Gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika memberikan sambutan yang mengutip surat Al-Maidah 51 di Kepulauan Seribu, September lalu.

Lain itu, Buni Yani juga mentranskrip omongan Ahok melalui video berdurasi setengah menit.
Dalam transkripan, ada kata yang dihilangkan Buni Yani. Hal itu diduga menyebabkan pro kontra di kalangan netizen.

Selanjutnya, Buni Yani lalu dilaporkan Komunitas Muda Ahok Djarot (Kotak Adja) ke Polda Metro Jaya. Ketua Kotak Adja, Muannas Alaidid, berpendapat Buni Yani memprovokasi masyarakat melalui unggahan ulang video pidato Ahok.

Akibatnya Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik tentang penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA. Dirinya diancam hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda hingga Rp1 miliar.

SUMBERMetrotvnews.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR