Antasari Azhar, dirinya siap untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka kembali kasus-kasus tersebut.

JAKARTA, harianpijar.com – Setelah mendapat grasi dan akan bebas dalam tahun ini, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, siap membantu KPK untuk membuka tiga kasus besar. Lain itu, ketiga kasus tersebut adalah kasus Century yang menunggu audit BPK, kelanjutan BLBI, dan IT KPU.

Dijelaskan Antasari Azhar, dirinya merasa berutang ketika meninggalkan tiga kasus besar itu. Karena itu, dirinya siap untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka kembali kasus-kasus tersebut.

“Masa periode itu enggak putus ketika orang berhenti. Jadi orangnya boleh pindah, boleh berhenti, boleh beralih tugas. Tapi tugas tetap harus dilanjutkan. Tapi sampai sekarang semua itu berhenti,” kata Antasari Azhar, Kamis 26 Januari 2017.

Lebih lanjut, juga menurut Antasari Azhar, banyak pihak yang menanyakan kelanjutan penyelesaian tiga kasus tersebut. Namun, dirinya menolak jika disebut ada kepentingan lain di balik apa yang dilakukannya ini.

“Saya juga sering ditanya orang sebagai pertanggungjawaban moral. Makanya kepada teman-teman di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekarang lanjutkan ketiga kasus besar itu, tuntaskan itu,” tegas Antasari Azhar.

Lain itu, Antasari Azhar juga bakal buka-bukaan soal kasus pembunuhan yang menjeratnya dan semua bakal dibuka pada bulan Maret. “Iya nanti. Bulan Maret depan,” kata Kuasa Hukum Antasari Azhar, Boyamin Saiman, Rabu 25 Januari 2017 kemarin.

Sebelumnya. Antasari Azhar, divonis pengadilan 18 tahun penjara. Karena, dirinya disebut sebagai otak pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nazarudin Zulkarnaen. Namun, setelah tujuh setengah tahun menjalani hukuman, Antasari Azhar mendapatkan bebas bersayarat.

Sedangkan, Presiden RI Joko Widodo menerima grasi yang diajukan Antasari Azhar. Surat Keputusan Presiden (Keppres) sudah dikirim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 23 Januari 2017.

loading...