Kapolda Irjen Pol Anton Charliyan, satu persen lagi kami hanya mencari keterkaitan bukti satu dengan yang lain.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, mengatakan tim penyidik segera melakukan gelar perkara ketiga kasus dugaan penghinaan lambang dan dasar negara Pancasila dengan terlapor Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab.

Lain itu, gelar perkara akan menentukan status hukum Rizieq Shihab yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri.

Menurut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan, menegaskan, kemungkinan besar Rizieq Shihab 99 persen akan menjadi tersangka. “Satu persen lagi, kami hanya mencari keterkaitan bukti satu dengan yang lain,” kata Irjen Pol Anton Charliyan di gedung PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu 25 Januari 2017.

Lebih lanjut, Irjen Pol Anton Charliyan, juga menjelaskan, penetapan status tersangka harus dilakukan sesuai aturan. Karena itu proses hukum atas dugaan penghinaan Pancasila ini sudah sesuai dengan prosedur.

Selanjutnya, keterangan saksi ahli, dan bukti dalam kasus ini telah memenuhi unsur pidana. “Kita tidak ingin menetapkan seseorang sebagai tersangka itu berdasarkan subjektivitas, tapi harus berdasarkan bukti-bukti hukum yang otentik,” jelas Irjen Pol Anton Charliyan.

Lain itu, Irjen Pol Anton Charliyan juga menyarankan, agar Rizieq Shihab tidak membawa massa bila dijadwalkan diperiksa di Polda Jabar. “Kalau memobiliasi massa, akan saya tindak tegas. Ini masalah hukum, jangan coba-coba di Jawa Barat,” ucap Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan.

Sementara, menurut juru bicara DPP Front Pembela Islam (FPI), Slamet Maarif meminta agar polisi menangani laporan Sukmawati Soekarnoputri secara profesional. Front Pembela Islam (FPI) juga meminta agar pernyataan yang disampaikan polisi tidak provokatif.

“Harusnya kepolisian jangan jadi provokatif semestinya biar penyidik saja yang mengungkap kasus Rizieq Shihab. Tapi kalau nanti ternyata Polda Jawa Barat menyatakan tersangka ya kita hadapi secara hukum,” kata Slamet Maarif saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, juga menurut Slamet Maarif, Rizieq Shihab adalah warga negara yang taat hukum. Karena itu proses hukum yang dilakukan polisi akan ditaati.

“Beliau (Rizieq Shihab) taat hukum. Kita akan hadapi dengan cara hukum juga. (Pernyataan kapolda) itu yang kita sayangkan, ini jadi model apa polisi begini. Kok jadi main ancem-anceman. Mestinya biarkan penyidik melakukan tugasnya dengan baik. Kalau memang sudah terkumpul cukup bukti, silakan diumumkan,” jelas Slamet Maarif.

Sebelumnya, Rizieq Shihab dilaporkan dengan Pasal 154a KUHP tentang penodaan terhadap lambang negara dan Pasal 320 KUHP. Penyidikan dilakukan Polda Jabar setelah Rizieq Shihab dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri pada Kamis (27/10/2016). Kasus ini kemudian dilimpahkan dari Bareskrim Polri ke Polda Jabar.

Gelar perkara kedua yang dilakukan Polda Jabar dilakukan pada Senin 23 Januari 2017. Hasil gelar perkara diputuskan pemeriksaan saksi tambahan terkait laporan terhadap Rizieq Shihab.

SUMBERdetik.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR