Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan, pihaknya telah menerima laporan terkait hal tersebut dari masyarakat dan tengah melakukan proses penyelidikan.

JAKARTA, harianpijar.com – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab diduga menyerobot tanah milik Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani) di dekat kediamannya, Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait hal tersebut dari masyarakat dan tengah melakukan proses penyelidikan.

“Kami masih menyelidiki, itu baru dugaan. Itu tanah Perhutani dengan alamat di dekat kediaman (Rizieq Shihab),” kata Irjen Pol Anton Charliyan, saat ditemui di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu 25 Januari 2017.

Lebih lanjut, juga menurut Irjen Pol Anton Charliyan, dirinya tidak bisa menjelaskan secara rinci soal dugaan penyerobotan tanah pemerintah oleh Rizieq Shihab. Namun, menurutnya, informasi detail mengenai dugaan tersebut masih didalami oleh kepolisian.

Selanjutnya, Irjen Pol Anton Charliyan, menegaskan, selain menyelidiki dugaan penyerobotan tanah, Polda Jawa Barat juga tengah membuka kembali penyelidikan atas dugaan tindak pidana hate speech (ujaran kebencian) yang pernah dituduhkan terhadap Rizieq Shihab.

Lain itu, menurutnya, penyelidikan dugaan tindak pidana ujaran kebencian dilakukan setelah polisi menerima laporan dari sejumlah elemen masyarakat, pekan lalu. Laporan itu terkait dengan ucapan Rizieq Shihab yang memelesetkan salam sampurasun menjadi ‘campur racun’ saat ceramah di Purwakarta, Jawa Barat pada 2015 silam.

“Laporan dari koalisi masyarakat Sunda, Badan Eksekutif Mahasiswa, masyarakat adat, gabungan berbagai masyarakat mengadakan audensi ke Polda Jawa Barat untuk melaporkan kembali soal ‘campur racun’,” kata Irjen Pol Anton Charliyan.

Berdasarkan laporan dari berbagai elemen masyarakat, menurutnya, Rizieq Shihab dinilai telah menyakiti perasaan masyarakat suku Sunda. Bahkan, kasus ini sebenarnya sudah pernah dilaporkan ke Polda Jawa Barat pada 2015 silam. Saat itu, Rizieq Shihab dilaporkan Aliansi Masyarakat Sunda melalui Angkatan Muda Siliwangi.

Karena tidak menemukan bukti yang cukup, Polda Jawa Barat mengeluarkan Surat Pengehentian Penyelidikan (SP3).

Sementara, karena hal tersebut, Irjen Pol Anton Charliyan mengimbau Rizieq Shihab tidak mengulangi ucapannya tersebut agar tidak lagi menyakiti masyarakat Sunda.

“Jadi tolong, imbauan saya jangan kedua kali menyakiti hati masyarakat Sunda,” kata Irjen Pol Anton Charliyan.

Sedangkan, juga menurut Irjen Pol Anto Charliyan, pihaknya masih terus melakukan penyidikan terkait kasus dugaan penodaan Pancasila yang dilakukan Rizieq Shihab.

Lebih lanjut, penyidik akan kembali melakukan gelar perkara untuk ketiga kalinya pekan depan. Karena itu, ditegaskan, pihaknya masih mencari bukti dan fakta yang kuat untuk menetapkan tersangka.

“Hukum butuh satu pembuktian. Kalau ada kelemahan nanti bisa saja berkelit. Makanya kami hati-hati, obyektif bukan hanya menetapkan. Ini menyangkut nasib orang,” tandas Irjen Pol Anton Charliyan.

loading...