Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, prinsipnya laporan yang diterima itu pertama prosedur standar, mempelajari laporannya.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Baharuzaman atas dugaan penistaan agama. Namun, Polisi masih mempelajari laporan tersebut sebelum memutuskan lanjut atau tidak ke tahap penyelidikan.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, prinsipnya dari Bareskrim laporan yang diterima itu pertama prosedur standar, mempelajari laporannya.

Lebih lanjut, Irjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, lazimnya sebuah laporan adalah diawali dengan langkah-langkah penyelidikan. Dalam penyelidikan inilah akan ditentukan apakah benar ada tindak pidana atau tidak.

“Penyelidikan inilah untuk menentukan apa benar ada atau tidaknya tindak pidana sehingga bisa dinaikkan status jadi penyidikan,” kata Irjen Pol Boy Rafli Amar di Cakung, Jakarta, Selasa 24 Januari 2017.

Selanjutnya, juga menurut Irjen Pol Boy Rafli Amar, jadi yang dilakukan Bareskrim saat ini baru pada tahap mempelajari laporan. Berikutnya melakukan penyelidikan untuk melihat apakah telah terjadi dugaan yang dipersangkakan itu atau tidak.

Karena masih mempelajari laporannya, Polri hingga saat ini belum menentukan siapa saja pihak yang akan dimintai keterangan. Namun, Polri memastikan bahwa penanganan laporan ini akan seperti kasus-kasus lainnya. “Ya proses hukum seperti biasa,” tandas Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Sebelumnya diketahui, Baharuzaman melaporkan Megawati Soekarnoputri karena merasa tersakiti dengan pidato Megawati Soekarnoputri yang menyebut orang-orang penganut ideologi tertutup merupakan peramal masa depan pada HUT ke-44 PDIP. Menurutnya, Megawati Soekarnoputri telah menyakiti perasaannya sebagai umat Islam.

“Jadi, seolah-olah apa keyakinan saya sebagai muslim tentang hari akhir yang disebut adalah hasil dari para peramal, saya sangat kecewa. Dalam rukun iman tercantum tentang hari akhir. Bu Mega sudah menodai rukum iman ke-5 tentang hari akhir. Padahal setelah dunia fana itu ada hari akhir. Setelah itu ada surga dan neraka,” kata Baharuzaman, Selasa 24 Januari 2017.

SUMBERdetik.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR