General Manager PT PLN Persero Area Bengkulu Faris Al Hakim, setiap pengaduan akan dimasukan pada aplikasi website yang terpantau secara terpusat bersama-sama, selanjutnya dilakukan evaluasi untuk diproses.

BENGKULU, harianpijar.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Bengkulu, membuka pengaduan untuk pelanggan listrik yang ada dalam wilayah Bengkulu. Hal tersebut, terkait
penyesuaian tarif subsidi tepat sasaran yang berlaku secara nasional, kepada pelanggan rumah tangga dengan daya 900 VA.

Menurut General Manager PT PLN Persero Area Bengkulu Faris Al Hakim, jika ada pelanggan merasa keberatan dengan penyesuaian tarif tersebut, karena sebelumnya masuk dalam kelompok pelanggan bersubsidi, silahkan untuk melaporkan.

Lebih lanjut, Faris Al Hakim, menjelaskan, pengaduan sipatnya berjenjang dimulai dari tingkat kelurahan, ke tingkat kecamatan dan selanjut tingkat kabupaten atau kota dalam wilayah Bengkulu.

Lain itu, menurutnya setiap pengaduan akan dimasukan pada aplikasi website yang terpantau secara terpusat bersama-sama, selanjutnya dilakukan evaluasi untuk diproses.

“Jika memang harus dimasukan ke dalam kelompok pelanggan yang disubsidi, kita akan masukan,” Kata Faris Al Hakim, Selasa 24 Januari 2017.

Selanjutnya, Faris Al Hakim, menegaskan, dalam penyesuaian subsidi tepat sasaran ini ada dua tarif yang berlaku untuk rumah tangga. Karena itu, untuk rumah tangga mampu tidak lagi menerima subsidi, karena sudah dianggap mampu. Sedangkan, untuk rumah tangga tidak mampu tetap menerima subsidi.

Berdasarkan data terpadu yang dikeluarkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Pemerintah, pelanggan listrik daya 900 VA se Propinsi Bengkulu berjumlah sebanyak 224.600 pelanggan.

Sedangkan yang masih mendapatkan subsidi 67.900 pelanggan. “Untuk sisanya akan dikenakan penyesuaian tarif,” jelas Faris Al Hakim.

Sementara, Faris Al Hakim, juga mengatakan, proses penyesuaian tarif pelanggan 900 VA yang sudah mampu, berlaku sejak per 1 Januari 2017 lalu. Hanya saja pemberlakuan penyesuaian tarif itu dilakukan dalam 3 tahap.

Tahap kesatu dimulai Januari hingga Februari 2017 mendatang, untuk tahap kedua Maret sampai April dan tahap ketiga Mei hingga Juni 2017.

“Setelah per 1 Juli 2017 untuk subsidi pelanggan yang mampu dengan daya 900 VA dicabut dan tarif listriknya disesuaikan dengan tarif non subsidi,” tandas Faris Al Hakim.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR